ANALISIS

Ujian Berat Destry: Kejar Ekonomi Tumbuh Sembari Jaga Independensi BI

Laurent Nabila Zahra Tanjung | CNN Indonesia
Rabu, 02 Sep 2026 08:08 WIB
Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti bersiap mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026). Komisi XI DPR menggelar uji kelayakan dan kepatuta
PR utama Destry bukan sekadar memilih antara pertumbuhan atau stabilitas. Ia juga perlu membuktikan koordinasi dengan pemerintah bukanlah subordinasi kebijakan moneter. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031.

Keputusan tersebut disahkan dalam rapat paripurna DPR pada Selasa (1/9), setelah Destry menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR.

Destry akan menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari posisi Gubernur BI pada 25 Juli 2026. Sebelumnya, Destry menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, apa saja pekerjaan rumah dan tantangan yang akan dihadapi Destry sebagai Gubernur BI baru? Bagaimana pula menjaga independensi bank sentral di tengah kebutuhan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi?

Pengamat Ekonomi Universitas Andalas Syafruddin Karimi menilai pekerjaan rumah terbesar Destry adalah menjaga kredibilitas stabilitas ekonomi ketika tekanan terhadap pertumbuhan, rupiah, inflasi, fiskal, dan sektor eksternal datang bersamaan.

Ia menilai tantangan Destry bukan sekadar memilih antara pertumbuhan dan stabilitas, melainkan menentukan urutan kebijakan agar ekspektasi pasar tetap terjaga.

Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi 2027 yang berada di kisaran 5,2-6 persen membutuhkan dukungan investasi dan likuiditas, tetapi pelonggaran moneter yang terlalu agresif dapat kembali menekan rupiah dan arus modal.

"Gubernur baru perlu membuktikan bahwa dukungan terhadap pertumbuhan tetap tunduk pada stabilitas harga, rupiah, dan sistem keuangan," kata Syafruddin.

Syafruddin mengatakan Destry perlu memperkuat komunikasi kebijakan, menjaga cadangan devisa, memperdalam pasar valuta asing, serta mengarahkan insentif makroprudensial ke sektor produktif tanpa mengendurkan disiplin moneter.

Sementara itu, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai PR terbesar Destry bukan semata persoalan teknis, melainkan memulihkan kredibilitas dan menjaga kepercayaan pasar setelah pergantian gubernur yang berlangsung di tengah periode berjalan.

"Tugas pertama Bu Destry adalah meyakinkan pasar bahwa fungsi dan respons kebijakan BI tetap konsisten meskipun terjadi pergantian gubernur," kata Yusuf.

Ia menilai ruang kebijakan BI saat ini juga semakin terbatas. BI Rate telah bertahan di 5,75 persen setelah naik 100 basis poin pada Mei dan Juni. Di sisi lain, tekanan eksternal masih besar sehingga ruang penurunan suku bunga menjadi cukup sempit.

Yusuf juga menyoroti persoalan transmisi kebijakan. Menurutnya, ketersediaan likuiditas belum otomatis mendorong kredit ke sektor riil.

"Kalau likuiditas sudah tersedia sementara kredit ke sektor riil masih lambat, berarti masalahnya bukan lagi pada dosis likuiditas, tetapi pada salurannya," ujarnya.

Jakarta, CNN Indonesia --

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031.

Keputusan tersebut disahkan dalam rapat paripurna DPR pada Selasa (1/9), setelah Destry menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR.

Destry akan menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari posisi Gubernur BI pada 25 Juli 2026. Sebelumnya, Destry menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, apa saja pekerjaan rumah dan tantangan yang akan dihadapi Destry sebagai Gubernur BI baru? Bagaimana pula menjaga independensi bank sentral di tengah kebutuhan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi?

Pengamat Ekonomi Universitas Andalas Syafruddin Karimi menilai pekerjaan rumah terbesar Destry adalah menjaga kredibilitas stabilitas ekonomi ketika tekanan terhadap pertumbuhan, rupiah, inflasi, fiskal, dan sektor eksternal datang bersamaan.

Ia menilai tantangan Destry bukan sekadar memilih antara pertumbuhan dan stabilitas, melainkan menentukan urutan kebijakan agar ekspektasi pasar tetap terjaga.

Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi 2027 yang berada di kisaran 5,2-6 persen membutuhkan dukungan investasi dan likuiditas, tetapi pelonggaran moneter yang terlalu agresif dapat kembali menekan rupiah dan arus modal.

"Gubernur baru perlu membuktikan bahwa dukungan terhadap pertumbuhan tetap tunduk pada stabilitas harga, rupiah, dan sistem keuangan," kata Syafruddin.

Syafruddin mengatakan Destry perlu memperkuat komunikasi kebijakan, menjaga cadangan devisa, memperdalam pasar valuta asing, serta mengarahkan insentif makroprudensial ke sektor produktif tanpa mengendurkan disiplin moneter.

Sementara itu, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai PR terbesar Destry bukan semata persoalan teknis, melainkan memulihkan kredibilitas dan menjaga kepercayaan pasar setelah pergantian gubernur yang berlangsung di tengah periode berjalan.

"Tugas pertama Bu Destry adalah meyakinkan pasar bahwa fungsi dan respons kebijakan BI tetap konsisten meskipun terjadi pergantian gubernur," kata Yusuf.

Ia menilai ruang kebijakan BI saat ini juga semakin terbatas. BI Rate telah bertahan di 5,75 persen setelah naik 100 basis poin pada Mei dan Juni. Di sisi lain, tekanan eksternal masih besar sehingga ruang penurunan suku bunga menjadi cukup sempit.

Yusuf juga menyoroti persoalan transmisi kebijakan. Menurutnya, ketersediaan likuiditas belum otomatis mendorong kredit ke sektor riil.

"Kalau likuiditas sudah tersedia sementara kredit ke sektor riil masih lambat, berarti masalahnya bukan lagi pada dosis likuiditas, tetapi pada salurannya," ujarnya.

Sinergi, Bukan Subordinasi Pemerintah BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2