INDOEBTKE CONEX 2026

Wamen ESDM Ungkap Dampak Besar APBN Jika RI Tak Beralih ke EBT

lau | CNN Indonesia
Rabu, 02 Sep 2026 11:04 WIB
Pertamina NRE sebagai motor penggerak bisnis energi bersih akan terus mengembangkan solar panel di seluruh wilayah operasional Pertamina Grup.Selain Zona Rokan, Pertamina NRE telah membangun solar panel hampir di semua kilang milik Pertamina. Penggun
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan dampak besar salah satunya akan terjadi pada APBN. (Foto: CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan dampak besar salah satunya akan terjadi pada APBN.

Ia mengatakan keterlambatan transisi energi akan memicu masalah besar bagi APBN.

Dampak besar terjadi karena harga energi fosil yang saat ini menjadi pemasok utama energi dalam negeri cukup fluktuatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketergantungan pada energi fosil yang harganya fluktuatif dan berbiaya tinggi akan terus membebani fiskal negara," katanya saat membuka IndoEBTKE Conex 2026 di Jakarta, Rabu (2/9).

Yuliot merinci beban yang bisa timbul dari keterlambatan transisi energi adalah pembengkakan subsidi dan kompensasi dari yang saat ini hanya mencapai Rp400 triliun jadi Rp700 triliun.

"Gambarannya, potensi pembengkakan subsidi dan kompensasi energi dari angka dasar sekitar Rp400 triliun hingga bertambah Rp300 triliun-atau bahkan mencapai total Rp900 triliun-akan menyedot porsi APBN yang sangat besar," katanya.

"Hal ini menuntut tambahan pembiayaan utang atau efisiensi ketat di sektor lain," katanya

Oleh karena itu, kata Yuliot, masalah ini harus diatasi salah satunya dengan mempercepat penggunaan EBT.

(asa)
placeholder