INDOEBTKE CONEX 2026

ESDM Sebut Bioenergi Jadi Raja EBT RI, Kontribusinya Capai 4,19 Persen

CNN Indonesia
Rabu, 02 Sep 2026 12:31 WIB
Eniya Listiani Dewi
Kementerian ESDM menyebut bioenergi menjadi sumber EBT dengan kontribusi terbesar dalam bauran energi RI, dengan porsi 4,19 persen pada semester I 2026. (Foto: Ditjen EBTKE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian ESDM menyebut bioenergi menjadi sumber energi baru terbarukan (EBT) dengan kontribusi terbesar dalam bauran energi Indonesia.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiyani Dewi mengatakan total bauran EBT nasional saat ini mencapai 17,3 persen. Dari total tersebut, porsi bioenergi mencapai 4,19 persen pada semester I 2026.

Total bauran 17,3 persen tersebut berasal dari sektor listrik dan nonlistrik. Pada sektor listrik, PLT Bio menjadi kontributor terbesar mencapai 4,19 persen, sedangkan sektor nonlistrik, FAME atau biodiesel menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 5,01 persen, disusul biomassa sebesar 2,82 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita perhatikan di sini, ini yang paling besar adalah bio. Jadi sumber energi di Indonesia yang paling mempunyai share terbanyak adalah bioenergi," ujar Eniya dalam acara EBTKE ConEx 2026 di JiExpo Kemayoran, Rabu (2/9).

Lihat Juga :

Salah satu kebijakan yang didorong pemerintah adalah penerapan biodiesel B50. Program tersebut mencampurkan FAME sebesar 50 persen ke dalam bahan bakar diesel.

Menurut Eniya, B50 berhasil menghentikan impor solar CN48 sekaligus memperkuat kemandirian energi. Indonesia juga disebut menjadi pionir dalam penggunaan campuran FAME sebesar 50 persen.

"Jadi tidak ada dunia yang mencapai 50 persen dari campuran ini. Kalau kita bandingkan Malaysia, itu baru saja mengumumkan B20, sebelumnya B15 terus. Lalu di Eropa itu 7 persen fame yang dipakai. Dan kita lihat di beberapa negara lain 10 persen rata-rata. Nah ini menunjukkan bahwa kita menjadi pioner dan sekarang menjadi rujukan," pungkasnya.

(ldy/pta)