Kapal Tongkang Tersangkut di Kapuas, ESDM: Air Surut, Bukan Produksi

CNN Indonesia
Kamis, 03 Sep 2026 04:45 WIB
Yuliot Tanjung
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan kapal tongkang tersangkut di Sungai Kapuas akibat surutnya debit air, bukan karena pembatasan produksi. (FOTO:CNN Indonesia/Lidya Julita Sembiring).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menegaskan kapal tongkang yang tersangkut di dasar Sungai Kapuas, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat bukan karena pembatasan produksi, tetapi imbas dari debit air yang surut.

Yuliot menyebut surutnya air di sungai tersebut menyebabkan kapal tongkang sulit untuk berjalan.

"Enggak, itu ya bukan karena dibatasi produksinya, karena air (sungai) untuk ngalirin tongkangnya enggak ada air," jawab Yuliot saat ditemui usai acara Indo EBTKE ConEx and Exhibition 2026 di JiExpo Kemayoran, Rabu (2/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuliot pun mengungkapkan pihaknya juga telah mengecek langsung ke tempat kejadian untuk memastikan kondisi kapal tongkang yang tersangkut tersebut.

"Itu ya saya cek itu kemarin di Kalimantan Barat. Ya justru, ya karena sungainya mengering, tongkangnya enggak bisa jalan," pungkasnya.

Sebelumnya, sebuah kapal tongkang yang diketahui mengangkut kernel sawit dari Sejiram menuju Tayan terdampar di dasar Sungai Kapuas, Kalimantan Barat.

Sungai Kapuas mengalami kekeringan parah setelah empat bulan tidak diguyur hujan. Kendati begitu, banyak masyarakat sekitar yang berwisata ke lokasi tersebut untuk melihat kapal tongkang yang tersangkut.

Selain Sungai Kapuas, beberapa sungai dan danau di Kalimantan juga surut imbas dari suhu panas yang ekstrem.

[Gambas:Video CNN]

(fln/ins)