Telkom Siapkan Infrastruktur AI-Ready & Quantum-Safe untuk Universitas

Telkom | CNN Indonesia
Kamis, 03 Sep 2026 17:35 WIB
(Foto: dok Telkom)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) ambil peran dalam agenda Indonesia Higher Education CIO Forum 2026 bertajuk "Empowering PDDikti through IDREN Collaboration: Advancing IT Governance, Cyber Resilience, and Operational Excellence" yang berlangsung di Institut Teknologi Bandung pada 31 Agustus-1 September 2026.

Forum ini mempertemukan para rektor perguruan tinggi, Chief Information Officer (CIO) dan Head of IT dari berbagai universitas yang tergabung dalam Indonesia Research and Education Network (IDREN), serta pimpinan universitas internasional dari berbagai negara.

Digelar oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (PUSDATIN) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama IDREN, ajang ini menjadi momentum strategis penguatan integrasi dan kualitas pelaporan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

Fokus utama yang menjadi pembahasan, mencakup tata kelola teknologi informasi, konektivitas jaringan riset dan pendidikan, ketahanan siber, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara aman dan bertanggung jawab.

Dalam paparannya, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji menyatakan bahwa transformasi digital pendidikan tinggi telah menjadi kebutuhan mendesak yang menuntut kolaborasi ekosistem untuk menyongsong era digital dan komputasi kuantum, serta membangun kesiapan menghadapi disrupsi teknologi.

"Teknologinya sudah tersedia. Kesenjangan digital dapat diatasi secara bersama-sama sehingga jauh lebih murah, lebih cepat, dan lebih aman dibandingkan dilakukan sendiri-sendiri. Tidak ada satu institusi pun yang mampu membangunnya sendirian. Di sinilah kolaborasi pentahelix menjadi kunci," ujar Seno.

Seno menambahkan, kesiapan digital perguruan tinggi kini turut menentukan akreditasi, daya serap lulusan, hingga reputasi riset.

Namun, kondisi antarkampus masih timpang. Sebagian sudah cukup maju dengan konektivitas IDREN dan sistem terintegrasi, sementara sebagian lain masih bergantung pada koneksi tunggal tanpa cadangan dan pelaporan yang belum terstandardisasi.

Melalui IDREN sebagai landasan bersama, satu model data nasional, serta SOC dan CSIRT, kesenjangan tersebut dapat ditutup secara kolektif dengan biaya lebih efisien.

Forum ini juga menyoroti urgensi kesiapan menghadapi era kuantum. Ancaman "harvest now, decrypt later", yaitu kondisi di mana pihak tak bertanggung jawab mengumpulkan data terenkripsi hari ini untuk dibongkar ketika komputer kuantum tersedia, dinilai membahayakan data identitas mahasiswa, kekayaan intelektual riset, hingga lebih luas di lingkup pendidikan nasional.

Seno menegaskan, langkah pertama yang dibutuhkan bukan membangun laboratorium kuantum, melainkan melakukan inventarisasi kriptografi dan menyusun rencana migrasi Post-Quantum Cryptography (PQC) yang tuntas sebelum 2030.

Dalam hal ini, Telkom menyiapkan arsitektur jaringan quantum-safe yang memadukan PQC, Quantum Key Distribution (QKD), dan Zero-Trust Architecture di lapisan jaringan akses, jaringan inti, hingga pusat data. Telkom sendiri telah aktif dalam satuan tugas migrasi PQC yang dipimpin Badan Siber dan Sandi Negara.

Kolaborasi pentahelix ini diarahkan pada satu tujuan, yakni mendukung agenda nasional Asta Cita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam upaya pencapaian, seluruh aktor pentahelix termasuk pemerintah, universitas, industri, komunitas, dan media, dinilai perlu bersama-sama menyiapkan fondasi yang berfokus pada tata kelola, tulang punggung digital, dan talenta digital.

Sebagai wujud komitmen konkret, Telkom memosisikan diri pada tiga peran utama. Pertama, sebagai tulang punggung konektivitas dan infrastruktur digital nasional.

Telkom melalui InfraNexia menyediakan 112.000 kilometer jaringan fiber optik, termasuk 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang akan dikelola oleh InfraNexia. Peran ini juga diperkuat melalui kehadiran AI-ready data center dan cloud NeutraDC, platform LLM dan AI nasional, serta SOC nasional.

Peran kedua, Telkom mengorkestrasi inovasi kampus melalui joint lab, testbed, hingga jalur komersialisasi riset menuju pasar. Terakhir, Telkom membuka akses terhadap teknologi mutakhir melalui kemitraan strategis global, skema investasi bersama berbasis konsumsi (OPEX), serta penjajakan pendanaan riset.

Komitmen tersebut dibuktikan lewat sejumlah implementasi, di antaranya penyediaan produk AI bagi sejumlah universitas, pra-peluncuran platform kedaulatan yang memadukan AI, komputasi awan dan keamanan siber, serta program Digistar Class untuk mempercepat transformasi digital pendidikan tinggi melalui persiapan talenta digital Indonesia.

Melalui partisipasi dalam Indonesia Higher Education CIO Forum 2026, Telkom mengajak perguruan tinggi untuk mengambil tiga langkah, yakni menyelaraskan tata kelola dengan menunjuk penanggung jawab di tingkat institusi, mendorong kolaborasi inovasi melalui joint lab bersama Telkom, serta memperkuat keamanan aset digital melalui inventarisasi kriptografi.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Telkom memperkuat fondasi digital pendidikan tinggi, serta mendorong perwujudan Indonesia yang berdaulat, aman, dan cerdas secara digital.

(rea/rir)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK