Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, masih beroperasi normal meski Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi. Kementerian Perhubungan menyebut belum ada dampak abu vulkanik terhadap aktivitas penerbangan.
Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Agustinus Budi Hartono mengatakan pihaknya telah menerima informasi terkait erupsi Gunung Anak Krakatau. Saat ini, kondisi abu vulkanik masih dipantau untuk memastikan apakah telah mencapai kawasan bandara.
"Erupsi Anak Krakatau, saya baru dapat informasinya. Artinya tentunya kita juga sudah saling menginformasikan. Sekarang masih normal (penerbangan di CGK)," ujar Agustinus saat berbincang dengan media, Sabtu (5/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan AirNav Indonesia juga telah memberikan notifikasi terkait erupsi tersebut. Sementara itu, petugas di bandara melakukan paper test untuk mendeteksi keberadaan abu vulkanik.
"Orang-orang di bandara juga saat ini sudah melakukan paper test daripada volcanic ash-nya, artinya debu-debu daripada gunung tersebut sedang dideteksi apakah sudah sampai ke bandara," jelasnya.
Menurut Agustinus, keberadaan abu vulkanik menjadi salah satu faktor yang akan dipantau karena dapat memengaruhi keselamatan penerbangan. Jika abu vulkanik dengan konsentrasi cukup tebal mencapai wilayah bandara, akan dilakukan tindakan lebih lanjut sesuai prosedur keselamatan penerbangan.
"Tapi kita akan lihat, artinya ada proses, ada prosedur. Ada prosedur yang harus dilewati dulu, pengetesan-pengetesan yang dilakukan," imbuhnya.
Ia menambahkan apabila kondisi abu vulkanik dinilai membahayakan penerbangan, AirNav Indonesia akan menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) sebagai dasar pemberian informasi operasional penerbangan.
"Kalau sudah koordinasi, AirNav pasti akan melakukan penerbitan NOTAM. Soalnya kita nggak mungkin serta-merta bandara bisa tutup sendiri, enggak bisa. Pasti nanti ada NOTAM yang harus diterbitkan oleh teman-teman AirNav," pungkasnya.
(ldy/mik)

