42 Jadwal Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Ikut Dibatalkan
Sebanyak 42 penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dibatalkan dan disesuaikan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga Minggu (6/9) sore.
Gede Eka Sandi Asmadi, Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mengatakan, operasional penerbangan lain dan pelayanan bandara tetap berjalan meski ada pembatalan dan penyesuaian sejumlah penerbangan tersebut.
"Namun demikian, dapat kami sampaikan bahwa operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal dan optimal," kata dia, dalam keterangan tertulisnya,
"Hingga Minggu (6/9) pukul 15.30 WITA, berdasarkan pembaruan data penerbangan, terdapat sebanyak 42 penerbangan yang mengalami pembatalan penerbangan dan penyesuaian jadwal," imbuhnya.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) selaku pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali berkoordinasi dengan sejumlah instansi, utamanya dengan maskapai untuk terus melakukan pembaruan jadwal penerbangan dan penanganan calon penumpang terdampak yang telah berada di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
PT Angkasa Pura juga berkoordinasi dengan AirNav Indonesia untuk memantau ruang udara yang terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
"Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai, turut menyiapkan layanan service recovery berupa pemberian minuman dan makanan ringan yang ditujukan kepada penumpang dari penerbangan terdampak yang telah berada di terminal bandara," jelasnya.
"Kami turut mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk melakukan konfirmasi secara berkala kepada maskapai penerbangan, terkait status dan jadwal penerbangan sebelum berangkat menuju bandara," ujarnya.
PT Angkasa Pura Indonesia juga menyediakan layanan Contact Center InJourney Airports yang dapat diakses melalui nomor telepon 172 untuk informasi terkait kebandarudaraan.