Penutupan Bandara Soetta Kembali Diperpanjang hingga Pukul 21.30 WIB

CNN Indonesia
Minggu, 06 Sep 2026 17:40 WIB
Bandara Soekarno-Hatta kembali tutup hingga pukul 21.30 WIB akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Pengguna jasa penerbangan diminta cek jadwal penerbangan.
Penumpang Bandara Soekarni-Hatta mengalami penundaan keberangkatan imbas erupsi Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9). (Foto: AFP/Abimanyu)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang kembali memperpanjang masa penghentian operasional hari ini, Minggu (6/9), hingga pukul 21.30 WIB imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kebijakan ini diumumkan oleh Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I di akun Instagram resmi, Otbansatu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bandar Udara Soekarno-Hatta mengalami penghentian operasional hingga Pukul 21.30 WIB," demikian keterangan Otbansatu, dikutip Minggu sore.

Dalam unggahan itu Otbansatu juga menyampaikan bahwa Bandar Udara Husein Sastranegara Bandung mengalami penghentian operasional hingga Senin, 07 September Pukul 06.00 WIB.

Bandar Udara Pondok Cabe dan Bandar Udara M. Taufik Kiemas Krui juga mengalami penghentian operasional hingga Senin, 07 September Pukul 09.00 WIB sesuai dengan NOTAM terkini.

"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penerbangan untuk memeriksa status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melaksanakan perjalanan." 

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi cukup besar sejak Jumat (4/9) malam hingga Minggu (6/9), menyebabkan sejumlah daerah terutama di Lampung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta terdampak abu vulkanik.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, berdasarkan informasi dari PVMBG dan VAAC Darwin dan hasil analisis RGB Citra Himawari-9, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terbagi menjadi dua sebaran.

Sebaran pertama bergerak ke arah timur laut-selatan yang mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya.

Sebaran kedua bergerak ke arah barat daya - barat laut, mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian Selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu-Lampung-Banten.

(tim/wis)
placeholder