PLN Buka Suara Soal PLTP Gunung Ungaran, Hormati Aspirasi Masyarakat

TIM | CNN Indonesia
Senin, 07 Sep 2026 12:38 WIB
Ilustrasi. PLN menghormati perhatian dan aspirasi masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Semarang terkait rencana PLTP Gunung Ungaran (Foto: Arsip PLN)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT PLN (Persero) menghormati perhatian dan aspirasi masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Semarang terkait rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran, Jawa Tengah.

PLN menegaskan rencana pengembangan PLTP Gunung Ungaran saat ini masih berada dalam tahap perencanaan dan studi kelayakan. Proyek tersebut belum memasuki tahap konstruksi maupun pengeboran.

Senior Manager Perijinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP Jawa Bagian Tengah Ferdyan Hijrah Kusuma mengatakan pengembangan panas bumi akan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil kajian serta ketentuan yang berlaku.

"PLN menghormati perhatian dan aspirasi masyarakat terkait rencana pengembangan panas bumi di kawasan Gunung Ungaran. Saat ini rencana tersebut masih dalam tahap perencanaan dan belum memasuki tahap konstruksi maupun pengeboran," ujar Ferdyan dalam rilis resmi, Senin (7/9).

Dia mengatakan PLN terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, pemerintah daerah, para ahli, pemangku kepentingan, serta masyarakat dalam proses perencanaan tersebut.

PLN juga memahami perhatian masyarakat terhadap keberadaan sumber air dan keberlangsungan aktivitas warga di sekitar kawasan Gunung Ungaran. Karena itu, kebutuhan air serta potensi dampak terhadap lingkungan dan masyarakat menjadi bagian dari kajian yang dilakukan.

Dalam pengembangan panas bumi, PLN juga melakukan penelitian geologi dan geofisika untuk memahami kondisi batuan, air, panas, serta struktur bawah permukaan.

Candi gedong songo

Terkait kekhawatiran mengenai Cagar Budaya Candi Gedong Songo, PLN menegaskan rencana titik pengeboran tidak berada di area Candi Gedong Songo.

"Apabila nantinya kegiatan memasuki tahap eksplorasi, lokasi pengeboran akan ditentukan dengan mempertimbangkan hasil kajian teknis, ketentuan zonasi, serta aturan perlindungan cagar budaya yang berlaku," ujar Ferdyan.

PLN juga menjelaskan bahwa Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran memiliki luas sekitar 29.800 hektare. Luasan tersebut tidak berarti seluruh wilayah akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur PLTP.

(asa)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK