Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap rumahnya turut terkena abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Purbaya baru menyadari adanya paparan abu tersebut setelah mendapati kondisi rumahnya yang terus-menerus kembali kotor, meski sudah berulang kali dibersihkan.
"Di rumah saya sedikit (kena abu vulkanik). Kemarin bersih-bersih kok kotor terus, mungkin abu vulkanik. Saya enggak tahu, enggak sadar tadinya," ujar Purbaya ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Senin (7/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.
Lihat Juga :ERUPSI ANAK KRAKATAU Penerbangan Internasional ke Soetta Dialihkan ke 5 Bandara Alternatif |
Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau telah mencapai sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, hingga Bengkulu.
Kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah terdampak perlu mewaspadai risiko paparan abu terhadap kesehatan.
Budi mengatakan abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan pernapasan, mata, dan kulit. Karena itu, masyarakat diminta menggunakan perlindungan jika harus beraktivitas di luar rumah.
"Dari sisi Kementerian Kesehatan, kita pesankan kepada masyarakat agar tidak panik. Agar tidak panik dan titip ada tiga hal yang mesti kita jaga bersama," kata Budi saat konferensi pers daring, Minggu (6/9).
"Kalau sudah merasa tidak enak pernapasannya, segera ke puskesmas terdekat, kita sudah mendeploy alat nebulizer dan juga oksigen konsentrator," lanjutnya.
(dhz/pta)