Update Penutupan 4 Bandara: Soetta dan Halim hingga Pukul 23.59 WIB
Penutupan empat bandara udara, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), kembali diperpanjang hingga pukul 23.59 WIB pada Senin (7/9).
Hal itu diungkap pihak InJourney Airports melalui akun media sosial pada Senin sore.
"Memperhatikan kondisi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, terdapat beberapa bandara yang mengalami penghentikan operasinal penerbangan," tulis InJourney Airports melalui akun media sosial.
Detail perpanjangan penghentian operasional penerbangan adalah sebagai berikut:
Bandara Soekarno-Hatta (CGK): Sampai dengan 7 September, 23.59 WIB.
Bandara Halim Perdanakusuma (HLP): Sampai dengan 7 September, 23.59 WIB.
Bandara Radin Inten II (TKG): Sampai dengan 7 September, 23.59 WIB.
Bandara Husein Sastranegara (BDO): Sampai dengan 7 September, 23.59 WIB.
"Calon penumpang diimbau untuk secara berkala memastikan status penerbangan dengan menghubungi call center maskapai untuk mendapatkan informasi penerbangan. Menghubungi contact center InJourney Airports untuk mendapatkan informasi bandara dan bantuan layanan," tulis pihak InJourney Airports.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan telah menyiapkan 10 bandara yang akan beroperasi selama 24 jam sebagai langkah untuk mempercepat pemulihan jadwal penerbangan yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Kami juga menyiapkan 10 bandara yang beroperasi 24 jam, untuk bisa menampung pengalihan penerbangan dan juga mempercepat pemulihan jadwal penerbangan," kata Dudy dalam rapat bersama Presiden yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.
Lima di antara bandara yang beroperasi 24 jam adalah Bandara Kertajati Majalengka, Juanda Surabaya, Ahmad Yani Semarang, Adi Sumarmo Surakarta, dan Yogyakarta International Airport sebagai bandara alternatif untuk mengantisipasi gangguan operasional pada tujuh bandara yang terdampak.
Menhub melaporkan berdasarkan pembaruan terakhir pada Senin (7/9) pukul 12.10 WIB, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau teramati pada ketinggian sekitar 15.000 kaki dan bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 10 knot.
Berdasarkan prakiraan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC), sebaran abu vulkanik diperkirakan masih berlangsung hingga sekitar pukul 06.10 WIB pada 8 September 2026.
(tim/har)