Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara 1.999 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum mendaftarkan sertifikasi laik higiene dan sanitasi (SLHS). Penutupan dilakukan untuk keperluan investigasi.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan 1.999 dapur tersebut bukan sekadar belum memenuhi persyaratan SLHS, melainkan belum melakukan pendaftaran di dinas kesehatan masing-masing.
"Maka pada hari ini saya nyatakan 1.999 dapur SPPG yang tersebar di wilayah 1 sebanyak 351, wilayah 2 1.417, dan wilayah 3 sebanyak 231, ditotal 1.999 ini kemudian kami nyatakan saya tutup untuk kemudian kami lakukan investigasi," kata Sudaryono dalam keterangan resmi, Senin (7/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudaryono menjelaskan SLHS merupakan salah satu syarat mutlak bagi dapur yang menyelenggarakan program MBG. BGN melakukan penyisiran terhadap seluruh dapur SPPG untuk memastikan pemenuhan persyaratan tersebut.
Lihat Juga :ERUPSI ANAK KRAKATAU Airlangga Sebut Logistik RI Mulai Terhambat Akibat Abu Vulkanik |
Dari total 27.485 dapur yang sebelumnya tercatat, BGN telah menetapkan sementara sebanyak 27.022 dapur. Penyisiran kemudian dilanjutkan untuk memeriksa sejumlah persyaratan, termasuk status pendaftaran SLHS.
Berdasarkan pembaruan data dari Kementerian Kesehatan per 7 September pukul 17.00 WIB, BGN mengidentifikasi 1.999 dapur MBG yang belum melakukan pendaftaran SLHS.
Sudaryono mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan silang, menunggu, serta mengonfirmasi status pendaftaran kepada dapur-dapur tersebut sejak beberapa waktu lalu. Namun, hingga pembaruan terakhir, ribuan dapur tersebut belum melakukan pendaftaran.
"Jadi dapur-dapur sebanyak 1.999 ini itu tidak melakukan pendaftaran SLHS di Dinas Kesehatan masing-masing yang artinya bukan mendaftar kemudian syaratnya tidak dipenuhi, bukan. Tapi ini tidak melakukan pendaftaran," ujarnya.
Dari 1.999 dapur yang ditutup, sebanyak 351 SPPG berada di wilayah 1, 1.417 di wilayah 2, dan 231 di wilayah 3.
BGN menyatakan penutupan tersebut dilakukan sembari proses investigasi terhadap dapur-dapur yang belum mendaftarkan SLHS berjalan.