Bulog Tambah Beras SPHP 1 Juta Ton Waspadai El Nino hingga Maret 2027

CNN Indonesia
Selasa, 08 Sep 2026 04:45 WIB
Perum Bulog berencana mengubah wajah beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan meluncurkan merek baru Beras Kita.
Perum Bulog tambah kuota beras SPHP sebesar satu juta ton untuk antisipasi dampak El Nino hingga Maret 2027, dengan anggaran Rp1,1 triliun. (FOTO:CNN Indonesia/ Dela Naufalia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perum Bulog menambah kuota penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar satu juta ton untuk mengantisipasi dampak El Nino berkepanjangan yang diprediksi berlangsung hingga Maret 2027.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penambahan kuota tersebut telah disetujui dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Selain itu, Bulog juga mendapatkan dukungan penuh dari Komisi IV DPR RI dalam Forum Group Discussion (FGD).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Usulan beras penambahan kuota SPHP yang kami usulkan 400 (ribu ton) disetujui satu juta (ton) dengan pertimbangan karena El Nino yang berkepanjangan dan potensinya sampai nanti bulan Maret," ujar Rizal saat ditemui di Kantor Bulog Jakarta Selatan, Senin (7/9).

Rizal menjelaskan untuk penambahan beras SPHP yang disalurkan itu akan membutuhkan tambahan anggaran mencapai Rp1,1 triliun.

"Totalnya kalau Rp11 ribu dikalikan satu juta ton ya Rp1,1 triliun. Itu untuk SPHP-nya," ungkapnya.

[Gambas:Youtube]

Terkait skema penyaluran, ia memastikan mekanismenya akan berjalan normal seperti biasa, tetapi dengan fokus khusus memantau wilayah-wilayah yang rentan terdampak cuaca ekstrem.

Rizal pun menegaskan bahwa Bulog telah mendapat instruksi tegas untuk menjaga kualitas beras SPHP yang didistribusikan ke masyarakat.

"Tadi kami diingatkan agar untuk SPHP ke depan ini juga melihat potensi-potensi kerawanan dampak El Nino, maka di situlah peran SPHP harus turun sehingga memberikan stimulus kepada masyarakat, memberikan harga yang murah kepada masyarakat dengan menitikberatkan kualitas daripada beras tersebut. Jangan sampai nanti beras-berasnya tidak berkualitas sehingga nanti masyarakat kecewa," pungkas Rizal.

(fln/ins)