Pesan Khusus CT bagi Mahasiswa Pengusaha di Lampung Financial Festival

LPS | CNN Indonesia
Selasa, 08 Sep 2026 10:52 WIB
(Foto: dok CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Founder & Chairman CT Corp, Chairul Tanjung (CT) hadir untuk memberikan coaching clinic pada hari kedua gelaran Lampung Financial Festival di Kota Bandar Lampung, Minggu (6/9).

Pada sesi itu, CT mengingatkan bahwa kesuksesan harus diraih dengan kerja keras yang luar biasa, bukan seperti membalik telapak tangan.

"Dan jangan lupa berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT agar kehidupan kita penuh keberkahan, adik-adikku sekalian," kata CT.

Menurutnya, sesi coaching clinic ini dirancang sebagai pembelajaran kepada orang-orang yang sudah mulai berusaha. Sesi ini pun disambut antusiasme mahasiswa yang telah melangkah menjadi pengusaha, dengan memanfaatkan kesempatan untuk bertanya langsung kepada CT.

"Masih mahasiswa, masih belajar. Saya kan juga begitu, masih mahasiswa, masih belajar itu sudah berusaha. Masalah-masalah yang Anda hadapi bisa ditanyakan. Dan saya akan menjawabnya dan memberi pengetahuan. Semoga Anda bisa keluar dari masalah dan bisa berhasil," ujar CT.

Mengutip CNBC Indonesia, pada kesempatan pertama, CT mengundang lima mahasiswa yang sudah memulai usaha untuk maju ke panggung. Mereka menjalankan beragam jenis bisnis, seperti bimbingan skripsi, jual gorengan, hingga pengelola kebun kelapa sawit.

Keseruan sesi bertambah lewat berbagai pertanyaan yang dilontarkan, mulai cara mendapat solusi keluar dari stagnasi bisnis, kiat menyiasati pelemahan daya beli masyarakat, hingga tips memilih karyawan.

CT menyebut, masalah-masalah yang dihadapi para mahasiswa sebagai hal klasik bagi pengusaha. Contohnya, memilih karyawan yang dapat diandalkan.

"Ini masalah klasik juga. Saya pun sering dibohongi oleh karyawan saya sendiri. Jadi ini hal yang tidak mudah, hal yang tidak mudah, saya pun sering, apalagi karyawannya banyak," katanya.

Ia kemudian mencontohkan fraud yang ditemukan di bisnis perbankan. Fraud merupakan tindakan kriminal yang dilakukan untuk menguntungkan diri sendiri, tetapi merugikan nasabah dan bank.

"Nah, ini adalah permasalahan yang klasik. Kita enggak bisa tahu isi hati orang, kita enggak bisa tahu pikiran orang. Ada alat bantu, tes psikologi dan lain sebagainya, tapi tidak ada jaminan 100 persen," ujar CT.

Menurut CT, proses menerima karyawan harus bertahap. Calon karyawan perlu diuji berdasarkan kurun waktu tertentu, yang akan memperlihatkan watak dan karakter.

Sebelum menutup sesi, CT memberikan satu pesan penting, yakni orang bodoh akan kalah oleh orang pintar.

"Jadi jangan jadi orang bodoh, ya. Orang bodoh. Orang pintar kalah sama orang licik. Ya. Betul? Ya. Dia pintar, tapi ada orang yang licik. Ya, licik itu konotasi jahat," katanya.

Ia mencontohkan, orang licik mampu meletakkan kulit pisang secara sengaja agar orang yang lewat jadi terpleset.

"Itu orang licik. Jadi menggunakan cara-cara yang tidak baik supaya dia bisa menang. Tapi ingat, tidak boleh jadi orang licik, ya. Orang bodoh kalah dari orang pintar. Orang pintar kalah sama orang licik," ujar CT.

"Orang licik tidak bisa menang dari orang yang beruntung. Ya. Saya ulangi lagi nih. Orang bodoh kalah sama orang pintar, orang pintar kalah sama orang licik, orang licik tidak bisa menang sama orang yang beruntung," lanjutnya.

Menurut CT, berdasarkan panduan agama, ada syarat-syarat untuk bisa menjadi orang yang beruntung. Sebagai umat Islam, syarat-syarat tersebut ada di dalam Alquran.

"Ya, kalau Anda tanya di AI, ya. Surat apa yang menyatakan kita bisa menjadi orang-orang yang beruntung? Nah, implementasikan, ya. Insya Allah, Anda akan jadi orang pintar dan beruntung. Oke, terima kasih. Mudah-mudahan ada manfaatnya," pungkas CT.

(rea/rir)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK