TelkomGroup Optimalkan Aset Properti untuk Jaga Kepentingan Perusahaan

Telkom | CNN Indonesia
Selasa, 08 Sep 2026 13:03 WIB
Telkom
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini. (Foto: Arsip Telkom)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) merespons positif rencana pemanfaatan gedung Graha Merah Putih (GMP) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang disampaikan melalui surat resmi kepada perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya TelkomGroup mengoptimalkan aset properti melalui skema bisnis ke bisnis (B2B) yang wajar dan proporsional.

Optimalisasi tersebut tetap mengedepankan ketentuan dan tata kelola perusahaan yang berlaku. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyebut rencana ini sebagai bentuk pemanfaatan aset yang membuka peluang bisnis baru bagi perusahaan.

"Bagi TelkomGroup, rencana penyewaan gedung GMP oleh BGN merupakan bentuk leveraging asset yang dapat menghadirkan peluang bisnis baru, termasuk melalui penyediaan layanan konektivitas dan solusi digital unggul dari yang kami miliki," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, optimalisasi GMP juga menjadi bagian dari penataan dan klasterisasi kebutuhan ruang kerja di lingkungan TelkomGroup. Momentum ini dimanfaatkan untuk memetakan kembali fasilitas dan lokasi kerja sesuai karakteristik serta kebutuhan masing-masing unit organisasi.

Saat ini sejumlah unit TelkomGroup masih tersebar di berbagai lokasi kerja di Jakarta. Penataan tersebut diharapkan menciptakan lingkungan kerja yang lebih terintegrasi sesuai dengan alur kerja masing-masing unit.

"Harapannya, ini dapat membuat kolaborasi menjadi lebih mudah, proses kerja semakin efektif, dan produktivitas karyawan semakin meningkat," ucap Dian.

Penempatan ruang kerja serta transisi BGN ke gedung GMP akan dilakukan secara bertahap usai proses negosiasi dan pembahasan dengan pihak-pihak terkait rampung. Telkom memastikan proses tersebut tetap memperhatikan keberlangsungan operasional dan layanan TelkomGroup.

Perusahaan juga menjamin proses perpindahan menghadirkan lingkungan kerja yang lebih baik bagi karyawan. Aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan karyawan menjadi perhatian utama Telkom selama proses tersebut berlangsung.

Telkom menegaskan seluruh proses dilakukan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Ketentuan ini berlaku sepanjang tahapan penataan maupun transisi pemanfaatan gedung GMP.

"Berdasarkan hasil survei dan diskusi bersama Telkom, BGN menyampaikan rencana pemanfaatan GMP untuk ruang kerja serta beberapa fasilitas workstation standar. Pemanfaatan tersebut akan dilakukan setelah proses penataan unit-unit di Telkom dan pemindahan peralatan kerja existing ke lokasi yang telah disepakati bersama," papar Dian.

Di sisi lain, Telkom melanjutkan program peremajaan Telkom Integrated Operation Center (TIOC) sebagai bagian dari siklus modernisasi teknologi perusahaan. Program ini berjalan dengan perencanaan dan tahapan tersendiri.

Peremajaan tersebut mencakup adopsi otomasi, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dan penerapan sistem pemantauan generasi terkini. Upaya ini ditujukan untuk menghadirkan layanan yang lebih baik ke depan.

Dian menekankan, optimalisasi GMP dilakukan sejalan dengan program penataan ruang kerja di lingkungan TelkomGroup yang telah direncanakan sebelumnya. Saat ini, sejumlah unit bisnis masih tersebar di berbagai lokasi kerja di Jakarta, sehingga koordinasi dan kolaborasi antartim belum dapat berjalan secara optimal.

"Penataan ini diarahkan pada pengelompokan unit berdasarkan karakteristik bisnis, sehingga setiap unit dapat menempati lokasi yang lebih terintegrasi. Dengan demikian, koordinasi dan kolaborasi dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas," pungkasnya.

(rir)