ESDM: B50 Pangkas Impor Solar 310 Ribu Bph, Bisa Gaet Devisa Rp170 T

CNN Indonesia
Selasa, 08 Sep 2026 18:41 WIB
Eniya Listiani Dewi
Kementerian ESDM menyatakan implementasi biodiesel B50 dapat kurangi impor solar dan tingkatkan devisa hingga Rp170 triliun pada 2026. (FOTO:CNN Indonesia/Lidya Julita Sembiring).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut implementasi biodiesel B50 berpotensi mengurangi impor solar sekaligus meningkatkan devisa negara pada 2026.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiyani Dewi mengatakan pemanfaatan B50 dapat mengurangi impor solar setara sekitar 310 ribu barel per hari (bph).

Angka tersebut dihitung berdasarkan asumsi pemanfaatan biodiesel sekitar 18 juta kiloliter (KL). Jumlah itu disebut setara dengan sekitar 310 ribu barel per hari atau hampir separuh dari target lifting minyak nasional yang dipatok 610 ribu barel per hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau diasumsikan 18 juta kiloliter, ini bisa setara dengan 310 ribu barel per day," ujar Eniya dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (8/9).

Menurutnya, penggunaan biodiesel berbasis bahan baku domestik menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional. Dengan semakin besarnya porsi biodiesel dalam campuran solar, kebutuhan impor bahan bakar fosil dapat ditekan.

Eniya mengatakan pengurangan impor solar tersebut juga memberikan dampak terhadap posisi devisa Indonesia.

[Gambas:Youtube]

"Kita berhitung dari tidak adanya impor solar yang kita lakukan, berarti kita bisa meningkatkan devisa hingga Rp170 triliun pada 2026 ini," jelasnya.

Ia menilai implementasi B50 menjadi penting di tengah situasi geopolitik global yang dapat memengaruhi pasokan dan harga energi. Pemanfaatan bahan bakar berbasis sumber daya domestik membuat Indonesia memiliki alternatif pasokan energi yang tidak sepenuhnya bergantung pada bahan bakar fosil impor.

Eniya mengatakan implementasi B50 mulai dilakukan sejak 1 Juli 2026. Hingga 7 September 2026, penyaluran biodiesel secara kumulatif telah mencapai 10,69 juta KL.

Dari jumlah tersebut, sekitar 7,273 juta KL merupakan penyaluran B40 sejak Januari 2026. Sementara sejak B50 mulai diberlakukan pada Juli, penyalurannya telah mencapai sekitar 3,4 juta KL.

Distribusi B50 juga telah menjangkau sebagian besar SPBU di Indonesia. Berdasarkan data Patra Niaga, sekitar 6.050 SPBU telah menyalurkan B50, sedangkan 362 SPBU masih berada dalam masa transisi dari B40 ke B50.

Dari sisi titik serah, sebanyak 76 dari total 104 titik serah juga telah menyalurkan B50. Sementara 28 titik lainnya masih dalam proses transisi.

"Proses B50 ini kami masih relaksasi, jadi memberikan ruang untuk menghabiskan stok B40 hingga 30 September 2026, jadi akhir bulan ini," tandas Eniya.

(ldy/ins)