Penjualan Pertamax Green Naik 446 Persen, Tembus 132 KL per Hari

CNN Indonesia
Selasa, 08 Sep 2026 20:17 WIB
Petugas mengisi bahan bakar Pertamax Green 95 di SPBU Pertamina, Jalan M. T Haryono, Jakarta (24/7/2023). (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Penjualan Pertamax Green 95 melonjak 446 persen sejak awal 2025, mencapai 132 KL per hari. Pertamina perluas distribusi di 190 SPBU, terutama di Pulau Jawa. (FOTO:CNN Indonesia/ Adi Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina Patra Niaga mencatat penjualan produk Pertamax Green 95 yang mengandung campuran bioetanol 5 persen atau E5 melonjak 446 persen secara rata-rata harian sejak awal 2025 hingga Agustus 2026.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo mengatakan peningkatan penjualan tersebut menunjukkan produk Pertamax Green 95 semakin diterima masyarakat.

"Kalau kita melihat dari sisi penjualan rata-rata harian tren kenaikannya lebih tinggi yaitu mencapai 446 persen," ujar Mars Ega dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI, Selasa (8/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan rata-rata penjualan Pertamax Green saat ini telah mencapai 132 kiloliter (KL) per hari. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan posisi Januari 2025 yang masih sekitar 17 KL per hari.

"Rata-rata sales penjualan Pertamax Green ini adalah 132 KL per hari. Ini meningkat cukup signifikan karena kalau kita melihat di awal tahun Januari itu masih sekitar 17 KL per hari," jelasnya.

Pertamina Patra Niaga telah meluncurkan Pertamax Green 95 sejak 2023. Produk tersebut merupakan BBM nonsubsidi dengan kualitas RON 95 dan dijual mengikuti harga pasar.

[Gambas:Youtube]

Seiring dengan kenaikan penjualan, Pertamina juga terus memperluas sebaran outlet Pertamax Green. Hingga saat ini, produk tersebut telah tersedia di 190 SPBU. Namun, distribusinya masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Mars Ega merinci, terdapat 28 SPBU di Banten yang menyediakan Pertamax Green, 40 SPBU di DKI Jakarta, 53 SPBU di Jawa Barat, 16 SPBU di Jawa Tengah, enam SPBU di Daerah Istimewa Yogyakarta, serta 47 SPBU di Jawa Timur.

"Kami juga akan terus mengembangkan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM khususnya dari sourcing atau penyedia bioetanolnya," pungkasnya.

Selain kenaikan rata-rata penjualan harian, secara total tren penjualan Pertamax Green sejak awal 2025 hingga Agustus 2026 juga tercatat meningkat 267 persen.

(ldy/ins)