Bank Belanda De Nederlandsche Bank (DNB) memindahkan cadangan emas seberat 86 metrik ton atau sekitar 94,8 ton dari Amerika Utara ke Inggris.
Bank itu mengambil kebijakan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi krisis di tengah meningkatnya gejolak politik global.
Secara keseluruhan, DNB tercatat memiliki 612,4 metrik ton atau sekitar 675 ton emas yang bernilai 72,2 miliar euro atau setara Rp1.473,4 triliun (asumsi kurs Rp20.410 per Euro) pada akhir 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum pemindahan itu, sebagian besar cadangan emas Belanda disimpan di New York dan Ottawa, Kanada.
Melalui langkah penataan ulang tersebut, sebanyak 27 metrik ton atau sekitar 30 ton emas ditarik secara fisik ke brankas di pangkalan militer dekat Zeist, Belanda. Sementara, sisanya dialihkan pengelolaannya melalui transaksi di London.
Gubernur DNB Olaf Sleijpen menegaskan langkah ini diambil untuk mengoptimalkan fleksibilitas aset negara di tengah situasi darurat.
"Dengan relokasi ini, kami telah meningkatkan likuiditas cadangan emas kami," ujar Sleijpen dalam pernyataan tertulis, seperti diberitakan CNN, Kamis (3/9).
"Kami berharap tidak akan pernah perlu menggunakannya, tetapi kami memang perlu memperkuat ketahanan dan kesiapan kami," imbuhnya.
Pihak bank sentral menjelaskan emas yang kini disimpan di Bank of England telah memenuhi standar perdagangan internasional modern dan dinilai sebagai salah satu yang paling mudah diperdagangkan di dunia.
Dengan demikian, aset tersebut dapat diakses dengan jauh lebih cepat oleh DNB apabila sewaktu-waktu terjadi situasi krisis dibandingkan dengan cadangan yang sebelumnya tertahan di Amerika Utara.
(flh/agt)