Purbaya Bantah Rumor Mahar Jual-Beli Jabatan Rp100 M di Kemenkeu

CNN Indonesia
Jumat, 11 Sep 2026 17:49 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (9/9).
Menkeu Purbaya membantah soal rumor menyangkut dirinya terkait jual-beli jabatan di lingkungan Kementerian Keuangan yang beredar luas di media sosial. (CNN Indonesia/Muhammad Falah Nafis).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah soal rumor menyangkut dirinya terkait jual-beli jabatan di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang beredar luas di media sosial.

Purbaya mengaku bingung terkait sumber informasi yang menyebutkan dirinya mengumpulkan uang sebesar Rp100 miliar untuk posisi-posisi tertentu.

"Katanya Pak Purbaya mengumpulkan uang Rp100 miliar untuk posisi-posisi tertentu. Saya bingung dari mana isu itu keluar. Jangan-jangan Pak Sekjen (Sekretaris Jenderal) ngumpulin sendiri. Kalau saya tanya dia, nggak ada. Itu rumor saja," ujar Purbaya sambil bercanda saat pelantikan pejabat eselon II-III di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (10/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bendahara negara itu menyebut sepanjang tahun ini telah melakukan berbagai rotasi, mutasi, promosi, hingga pengisian jabatan di berbagai unit Kemenkeu. Ia menilai hal itu wajar dilakukan dalam sebuah organisasi.

"Organisasi yang sehat tidak boleh statis, kita perlu melakukan penyegaran, kita perlu memberikan kesempatan kepada orang-orang yang baik untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar," ungkap Purbaya.

"Kita juga perlu menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat, sesuai dengan tantangan yang kita hadapi. Jadi, rotasi dan mutasi bukan tujuan akhir," lanjutnya.

Purbaya menjelaskan terdapat tim yang mengusulkan nama dalam proses pengisian jabatan. Lalu, Sekjen Kemenkeu akan menilai calon pejabat yang diusulkan itu.

"Yang jelas, kita harus pertama menjaga integritas. Seperti yang saya katakan tadi, kalau saya kena terima uang, isu itu yang tadi Rp100 miliar itu, pasti lapor dengan cepat. Untung saya nggak pernah terima. Apa sayangnya nggak pernah terima? Untung nggak pernah terima," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]

(fln/sfr)