PTPN Group-PT KUAB Kembangkan Ekosistem Kedelai Nasional

CNN Indonesia
Jumat, 11 Sep 2026 18:45 WIB
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mengkordinasikan sinergi sejumlah entitas PTPN Group dengan PT Karya Unggulan Anak Bangsa (KUAB) dalam rencana pengembangan kedelai nasional. Foto: Dok. PTPN III
Jakarta, CNN Indonesia --

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mengkordinasikan sinergi sejumlah entitas PTPN Group dengan PT Karya Unggulan Anak Bangsa (KUAB) dalam rencana pengembangan kedelai nasional.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) mengenai pemanfaatan lahan dan pengembangan budidaya kedelai dari hulu hingga hilir di Jakarta, Jumat (11/09).

Dalam keterangan tertulis, penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT KUAB Ali Zum Mashar dan Direktur Aset PTPN III (Persero) Agung Setya Imam Efendi.

MoU disaksikan oleh Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna serta Pendiri sekaligus Presiden Direktur Arsari Group Hashim S Djojohadikusumo. Acara tersebut juga dihadiri oleh Direksi dan perwakilan entitas PTPN I, PTPN IV PalmCo dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).

Denaldy mengatakan Holding Perkebunan Nusantara akan menjalankan fungsi koordinasi dan fasilitasi untuk memastikan sinergi antar entitas PTPN Group berjalan secara terarah dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

PTPN Group menurut Denaldy memiliki pengalaman pengelolaan perkebunan, kapabilitas operasional serta potensi aset yang dapat disinergikan dengan teknologi, varietas, pendanaan dan kemampuan budi daya yang dimiliki PT KUAB.

"PTPN Group siap mengambil peran dalam mendukung pengembangan kedelai nasional melalui kolaborasi yang terukur dan berbasis kelayakan. Program ini akan dijalankan secara bertahap agar model bisnis, produktivitas, kesiapan lahan dan keberlanjutannya dapat diuji secara objektif," kata Denaldy.

Dalam rencana kerja sama tersebut, PTPN I, PTPN IV PalmCo dan PT SGN berperan sesuai dengan kepemilikan dan pengelolaan lahan masing-masing. PTPN IV PalmCo juga akan mendukung transfer pengetahuan, pengembangan budidaya dan penyerapan kedelai untuk kebutuhan penanaman berikutnya.

Sementara itu, PT KUAB akan berperan sebagai pelaksana budi daya, penyedia teknologi dan varietas kedelai MIGO, pendanaan serta transfer pengetahuan dalam pelaksanaan program.

Potensi pengembangan capai 4.800 hektare

Rencana pengembangan mencakup sejumlah lokasi indikatif di lingkungan PTPN Group dengan total potensi sekitar 4.800 hektar. Lokasi tersebut meliputi Kebun Jalupang di Kabupaten Subang, Kebun Pasir Badak di Kabupaten Sukabumi, Kebun Cikumpay di Kabupaten Purwakarta, Kebun Cibungur di Kabupaten Sukabumi, Kebun Cisalak Baru di Kabupaten Lebak serta areal PG Jatitujuh di Kabupaten Majalengka.

MoU menjadi landasan awal bagi para pihak untuk melakukan kajian secara lebih mendalam. Sebagai tahap awal, para pihak merencanakan pilot project seluas 50 hektar pada setiap lokasi yang disiapkan pada tahun 2026. Hasil pelaksanaan pilot project akan menjadi dasar evaluasi sebelum pengembangan dilakukan secara lebih luas pada tahun 2027.

Sebelum penandatanganan MoU, PTPN Group dan PT KUAB telah melakukan kunjungan serta pemeriksaan lapangan di sejumlah calon lokasi budidaya. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pembahasan kesesuaian lahan, pemetaan areal usulan, dan penyusunan rancangan kerja sama.

Sementara itu, Direktur Arsari Group Hashim S Djojohadikusumo, mengatakan bahwa pengembangan kedelai nasional membutuhkan kolaborasi.

"Hendaknya, kita bisa swasembada kedelai ini mungkin dalam waktu 3-4 tahun. Dan saya kira maksud kita adalah untuk mensuplai, memasok benih ke koperasi atau ke banyak petani di seluruh Indonesia. Karena banyak lahan di Indonesia yang sangat cocok untuk kedelai," ujarnya.

Ia menyambut baik sinergi antara PTPN Group dan PT KUAB sebagai bagian dari upaya membangun fondasi pengembangan kedelai nasional secara berkelanjutan.

"Ini sangat strategis untuk swasembada pangan kedelai. Saya menyampaikan terima kasih kepada PTPN. Ini suatu kerja sama yang sangat strategis untuk bangsa indonesia," kata Hashim

Melalui kolaborasi ini, PTPN Group menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan kompetensi dan potensi aset perusahaan secara produktif, terukur serta bertanggung jawab guna mendukung penguatan ekosistem pangan dan percepatan swasembada kedelai nasional.

(tim/sur)


KOMENTAR

TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK