Pertamina Ungkap Potensi Harga Pertamax Dkk Sentuh Rp20 Ribu per Liter

CNN Indonesia
Jumat, 11 Sep 2026 19:37 WIB
Petugas mengisi bahan bakar Pertamax Green 95 di SPBU Pertamina, Jalan M. T Haryono, Jakarta (24/7/2023). (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
PT Pertamina Patra Niaga mengungkap potensi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax hingga Pertamina Dex melonjak hingga Rp20 ribu per liter. Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina Patra Niaga mengungkap potensi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax hingga Pertamina Dex melonjak hingga Rp20 ribu per liter.

Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menjelaskan proyeksi tersebut didasarkan pada tren kenaikan harga minyak mentah dunia yang hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda akan turun.

"Harga Pertamax, Dex, dan lain-lain itu akan berkisaran antara di angka Rp18 ribu sampai Rp20 ribuan karena tidak ada, belum ada, indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia," ujar Eko dalam acara media gathering di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eko menilai tantangan krisis energi yang dihadapi dunia saat ini terasa jauh lebih berat.

Ia memandang dampak perang di Timur Tengah memukul pasar energi lebih keras dibandingkan saat perang antara Rusia dan Ukraina meletus.

Menurut dia, perang di Timur Tengah yang berujung pada penutupan Selat Hormuz telah memicu efek domino yang lebih parah.

"Perang di Timur Tengah, di Selat Hormuz ini, ternyata dampaknya secara global selain ketersediaan energi di dunia, itu juga harga yang saat ini belum stabil ya," ujar Eko.

Ia berharap harga minyak dunia bisa turun US$60 sampai US$70 per barel lagi seperti sebelum perang di Timur Tengah.

"Kalau berharap turun 70 dolar per barel atau 60 dolar per barel sebelum terjadinya krisis geopolitik, ya kita doakan mungkin semoga itu bisa terjadi dalam waktu segera karena kalau tidak kondisi ini akan berdampak seperti sekarang," ujar Eko.

Harga minyak dunia kembali menembus level US$100 per barel dan diproyeksikan mengakhiri pekan di atas level tersebut untuk pertama kalinya dalam hampir empat bulan.

Mengutip Reuters pada Jumat ini, harga minyak Brent naik US$1,05 atau 1 persen menjadi US$108,68 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 95 sen atau 1 persen menjadi US$103,45 per barel.

Kedua acuan harga minyak tersebut sebelumnya melonjak lebih dari 6 persen pada perdagangan Kamis (10/9).

Secara mingguan, Brent dan WTI masing-masing telah menguat hampir 13 persen. Kenaikan tersebut menjadi yang tertinggi sejak pekan yang berakhir pada 17 Juli lalu.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/sfr)