Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.605 per Dolar AS Senin Pagi
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.605 per dolar AS pada perdagangan Senin (14/9) pagi. Mata uang Garuda menguat 6 poin atau 0,03 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan mata uang Asia bervariasi terhadap dolar AS, dengan mayoritas berada di zona merah. Peso Filipina melemah 0,19 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,24 persen, dolar Singapura melemah 0,09 persen, yen Jepang turun 0,09 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,04 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen.
Sementara itu, yuan China menguat 0,01 persen terhadap dolar AS.
Mata uang utama negara maju juga bergerak bervariasi. Euro Eropa turun 0,12 persen, poundsterling Inggris melemah 0,05 persen, dolar Australia terkoreksi 0,29 persen, dan franc Swiss melemah 0,09 persen. Di sisi lain, dolar Kanada menguat 0,01 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah data inflasi AS yang lebih kuat dari perkiraan memicu kenaikan kembali imbal hasil obligasi AS. Harga minyak mentah dunia yang juga terus naik melewati US$100 per barel ikut memberikan tekanan pada rupiah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Ia memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.550 hingga Rp17.700 per dolar AS pada perdagangan hari ini.