Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mendesak Kementerian Koperasi dan BP BUMN segera menempatkan ribuan manajer untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang telah mengikuti pelatihan.
Joao mempertanyakan kendala birokrasi yang dianggap lamban dalam mengeksekusi program strategis tersebut.
Meski kewenangan penempatan manajer Kopdes Merah Putih sepenuhnya berada di tangan instansi terkait, ia menyebut pihaknya siap menampung 13 ribu hingga 15 ribu manajer untuk langsung diterjunkan ke setiap koperasi yang telah siap beroperasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kan manajer-manajer ini juga menjadi akhirnya kan menjadi ramai gitu. Apa sih susahnya gitu? Apa kendalanya gitu? Udah kalau enggak ini kasih aja ke Agrinas, kasih nama-namanya, kasih kontaknya, kami kirim email, kami kirim ini, gampang, enggak perlu ada biaya-biaya gitu," ujar Joao melalui unggahan Instagram pribadinya @bung.joaomota, Senin (14/9).
Lihat Juga : |
Joao pun menyinggung kebiasaan birokrasi yang selalu beralasan butuh anggaran sebelum mulai bekerja.
Menurutnya, persoalan penempatan manajer ini seharusnya bisa dikerjakan dengan inisiatif serta kreativitas dari pihak terkait tanpa harus menunggu kucuran anggaran terlebih dahulu.
"Kok sedikit-sedikit kerja itu harus selalu harus ada uang dulu baru kerja. Seolah-olah kayaknya tidak ada inisiatif, tidak ada kreativitas dalam bekerja gitu. Ini kerja model apa ini? Ini hanya menghambat saja gitu," tegasnya.
Joao juga menyayangkan sikap instansi terkait yang terkesan melempar tanggung jawab persoalan teknis langsung ke Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai penempatan orang di lapangan merupakan hal teknis sederhana yang tidak sepatutnya berlarut-larut.
"Ini suatu program besar yang harus segera berjalan dan harusnya semua pihak mendukung. Ini semua kok sepertinya sedikit-sedikit harus dilempar ke Pak Presiden. Apa sih ini kendalanya gitu? Masalahnya cuman hanya menempatkan orang kok susah sekali gitu, kayak saya ndak habis pikir gitu," ungkap Joao.
Ia pun menduga adanya indikasi kesengajaan atau sabotase struktural dari pihak-pihak tertentu yang berupaya menghalang-halangi keberhasilan program prioritas itu.
"Atau ada apa ini? Atau ini malah bentuk-bentuk sabotase gitu secara struktural gitu, karena tidak ingin melihat program Presiden yang sangat bagus ini bisa berjalan gitu," pungkasnya.
Sejumlah manajer Kopdes Merah Putih pun muncul mengomentari unggahan Joao tersebut. Mereka mencurahkan keresahan dan nasib mereka yang luntang-lantung tanpa kejelasan.
Salah satu kebingungan Joao adalah saling lempar tanggung jawab antara pihak Agrinas dan instansi terkait. Sementara, para calon manajer tersebut sudah terlanjur melepas pekerjaan lama mereka.
"Kami ada 37 ribuan pak, gabung KDKMP dan KNMP, saya pernah tanya di orang sebelah, katanya nunggu keputusan Agrinas, tapi dengan statement bapak ini, kok jadi nunggu keputusan sebelah. Ini jujur jadi membingungkan pak, terlebih kami sudah resign dari kerjaan sebelumnya," tulis salah satu akun di kolom komentar.
Akun tersebut juga menceritakan kondisi rekan-rekan sesama calon manajer yang kini serba sulit.
Ia menyebut banyak di antara mereka yang terpaksa menguras tabungan, menggadaikan barang berharga, hingga berutang kepada kerabat demi menyambung hidup sambil menunggu kejelasan Surat Keputusan (SK) penempatan dan kepastian gaji.
(sfr/sfr)