PLN Kejar Elektrifikasi 105 Desa lewat Jaringan Baru di Kaltim

PLN | CNN Indonesia
Selasa, 15 Sep 2026 17:39 WIB
PLN
Ilustrasi. (Foto: Arsip PLN)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) membangun jaringan infrastruktur listrik untuk menerangi 105 desa yang tersebar di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Program itu disiapkan agar masyarakat desa dapat memanfaatkan aliran listrik untuk pengembangan ekonomi dan kebutuhan lainnya.

General Manager PT PLN UID Kaltimra, M Chaliq Fadli, menjelaskan rincian pembangunan tersebut di Samarinda, Selasa (15/9).

"Pembangunan infrastruktur listrik ini mencakup jaringan baru untuk 36 desa dan perluasan jaringan lama pada 69 desa. Khusus di Kabupaten Kutai Barat, terdapat 20 lokasi yang masuk pembangunan listrik desa tahun ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia melanjutkan, dari 105 lokasi tersebut, dua di antaranya telah rampung. Penanaman tiang juga telah mencapai 100 persen di 19 lokasi, sementara lokasi lainnya masih dalam tahap penggalian lubang, mobilisasi peralatan, dan pekerjaan teknis.

Seluruh pekerjaan pembangunan jaringan listrik desa ditargetkan rampung pada Maret 2027.

Chaliq menegaskan keberhasilan program listrik desa membutuhkan dukungan pemerintah daerah. Setidaknya ada lima hal yang perlu diperkuat.

Kelima hal tersebut antara lain penyelesaian perizinan lahan, penyediaan lahan untuk program 2027, kesiapan jalan dan jembatan, dukungan pemerintah desa dan masyarakat, serta koordinasi dengan instansi vertikal dan pemegang izin kawasan.

Untuk wilayah yang sangat terpencil dan sulit dijangkau jaringan PLN, program 2027 juga disiapkan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal.

Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik PLN di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (14/9), Chaliq turut meminta dukungan semua pihak agar program tersebut berjalan lancar.

Di sisi lain, Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menyebut kondisi geografis daerahnya memengaruhi pemerataan akses listrik. Wilayah kabupaten itu memiliki luas 13.708,92 kilometer persegi, terdiri dari 16 kecamatan, 4 kelurahan, dan 190 kampung.

"Luas wilayah serta sebaran permukiman berjauhan terutama di pedalaman, menjadi tantangan dalam penyediaan infrastruktur dasar. Hingga Juli 2026, rasio elektrifikasi Kutai Barat 89,28 persen, masih terdapat 10,72 persen rumah tangga yang belum teraliri listrik," kata dia.

Dalam program pembangunan kelistrikan, sembilan kampung di lima kecamatan masuk dalam pekerjaan pembangunan jaringan. Pekerjaan tersebut mencakup jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 80,10 kilometer dan jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 47,34 kilometer.

Pemerintah daerah bersama PLN juga menyiapkan 18 unit gardu dengan kapasitas total sekitar 1.500 kVA. Sambungan listrik baru turut disiapkan bagi sekitar 1.100 calon pelanggan.

"Pembangunan tersebut secara keseluruhan telah direalisasikan pada semester pertama 2026, sehingga saat ini kami tinggal menunggu jadwal peresmian pihak PT PLN," pungkas Frederick.

(rir)