INKA Buka Suara usai BP BUMN Soroti Rugi Rp677 M hingga Utang Rp4,7 T

CNN Indonesia
Rabu, 16 Sep 2026 13:39 WIB
PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA buka suara usai Badan Pengaturan (BP) BUMN menyoroti kondisi keuangan perusahaan yang disebut tidak baik-baik saja. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA buka suara usai Badan Pengaturan (BP) BUMN menyoroti kondisi keuangan perusahaan yang disebut tidak baik-baik saja.

Perusahaan menyatakan akan mempercepat transformasi dan pembenahan untuk memperkuat fundamental serta keberlanjutan perusahaan.

General Manager Corporate Secretary PT INKA (Persero) Bambang Sutrisno mengatakan arahan BP BUMN menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkuat perbaikan secara menyeluruh, mulai dari proses internal hingga efektivitas pelaksanaan proyek.

"INKA menindaklanjuti arahan BP BUMN dengan mempercepat transformasi yang saat ini terus berjalan. Fokus kami adalah membangun fundamental perusahaan yang lebih sehat, proses bisnis yang semakin efektif, serta kemampuan yang semakin kuat dalam menjalankan dan menyelesaikan setiap proyek," ujar Bambang dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9).

Pembenahan dilakukan dengan memperkuat keterkaitan antara perencanaan, pengelolaan kontrak, pelaksanaan proyek, proses produksi, hingga penyelesaian pekerjaan kepada pelanggan.

Sejalan dengan itu, INKA menyatakan terus melakukan langkah perbaikan terhadap kondisi likuiditas dan struktur keuangan perusahaan.

Menurut Bambang, disiplin pengelolaan proyek menjadi bagian penting untuk memperkuat kinerja perusahaan, termasuk dalam pengendalian jadwal, biaya, risiko, hingga pemenuhan komitmen kepada pelanggan.

"Setiap proyek harus dikelola secara disiplin sejak awal, baik dari aspek teknis, kontraktual maupun finansial. Dengan pengelolaan yang semakin baik, setiap pekerjaan harus mampu memberikan nilai bagi pelanggan sekaligus memperkuat kondisi perusahaan," lanjutnya.

Bambang mengatakan INKA juga terus memperkuat proses produksi dan sistem kualitas untuk memastikan sarana yang dihasilkan memenuhi aspek keselamatan, keandalan, serta standar yang dipersyaratkan.

Transformasi tersebut juga diarahkan untuk menjaga dan mengembangkan kapabilitas industri perkeretaapian nasional, mulai dari kemampuan engineering dan manufaktur, tenaga kerja terampil, teknologi, hingga ekosistem industri pendukung.

"Yang ingin kami bangun bukan hanya keberlanjutan perusahaan, tetapi juga kemampuan industri perkeretaapian Indonesia. Untuk itu, INKA harus semakin sehat, profesional, berkualitas, dan kompetitif dengan melibatkan seluruh stakeholder perkeretaapian," tutup Bambang.

Kepala BP BUMN sekaligus COO BPI Danantara Indonesia Dony Oskaria sebelumnya mengungkap kondisi keuangan INKA tidak baik-baik saja.

Ia menyebut INKA mencatat kerugian Rp677 miliar, memiliki ekuitas negatif, serta unsustainable loan atau pinjaman yang dinilai tidak berkelanjutan mencapai sekitar Rp4,7 triliun.

"INKA ini tidak baik-baik saja, saya tahu persis. Equity negatif, unsustainable loan-nya empat koma sekian triliun, jadi menurut saya INKA ini tidak dalam kondisi yang baik-baik saja," ujar Dony dalam keterangan resmi, Selasa (15/9).

Dony juga mempertanyakan kondisi tersebut mengingat INKA merupakan perusahaan manufaktur dengan pasar yang jelas.

"Kan aneh, masa kita rugi Rp677 miliar, orang perusahaan manufaktur kemudian juga jelas yang diservisnya siapa. Rugi, ada unsustainable loan Rp4,7 triliun, itu lawannya apa dulu gitu," ujarnya.

Dony mengatakan Danantara mendorong proses pembenahan dan pemulihan (turn around) kinerja INKA. Menurutnya, proses tersebut membutuhkan komitmen bersama untuk memperbaiki perusahaan dengan tata kelola yang benar.

"Kita ingin melakukan turn around dan turn around itu hanya bisa dilakukan kalau kita punya komitmen yang sama ingin membuat perusahaan ini menjadi lebih baik, dengan governance yang benar," katanya.

(lau/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK