Presiden RI Prabowo Subianto menyebut sudah ada pihak yang berminat mendanai proyek giant sea wall (GWS) atau tanggul laut di sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura).
Ia mengatakan proses pembangunan ditargetkan mulai dilakukan pada awal 2027.
"Sudah ada yang berminat dan sudah ada yang mau finance (mendanai) juga. Jadi, ini salah satu proyek strategis yang harus kita jalankan," ujar Prabowo dalam program 'Presiden Prabowo Menjawab mengutip rilis Bakom RI, Rabu (16/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo menyampaikan secara keseluruhan, GSW ini direncanakan memiliki panjang sekitar 575 kilometer, dan nanti pembangunannya akan dibagi dalam 15 segmen.
Ia menegaskan pembangunan GSW ini merupakan proyek strategis yang penting untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga aktivitas ekonomi nasional.
Prabowo menyebut kawasan Pantura Jawa memiliki konsentrasi industri dan aktivitas ekonomi yang tinggi. Karena itu, pembangunan infrastruktur perlindungan pesisir dinilai perlu untuk menghadapi berbagai risiko di kawasan tersebut.
"Pembangunan giant sea wall akan melindungi 50 juta rakyat kita dan juga mengamankan 38 persen PDB Indonesia," ucapnya.
Namun, Prabowo menekankan pembangunan giant sea wall merupakan proyek jangka panjang yang tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Durasi pembangunan juga akan berbeda di setiap wilayah.
Ia memperkirakan keseluruhan pembangunan membutuhkan waktu hingga sekitar 20 tahun. Namun, apabila pelaksanaannya berjalan lebih cepat, pembangunan itu diperkirakan rampung dalam waktu 10 hingga 15 tahun.
"Program ini tidak cepat. Jakarta saja mungkin delapan tahun, kita perkirakan. Semarang mungkin lebih cepat," kata dia.
(mnf/pta)