Indonesia-Kanada Sepakat Prioritaskan Percepatan Implementasi ICA-CEPA

Kemenko Perekonomian | CNN Indonesia
Kamis, 17 Sep 2026 11:58 WIB
Kemenko Perekonomian
(Foto: dok Kemenko Perekonomian)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Internasional Kanada The Honourable, Maninder Sidhu di sela ajang Canada Investment Summit di Toronto, Kanada pada Senin (14/09).

Pertemuan ini menjadi penting karena saat ini, kedua negara tengah dalam transisi hubungan dagang dari tahap ratifikasi menuju tahap implementasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) yang dijadwalkan pada akhir tahun ini.

"Pertemuan hari ini menegaskan komitmen bersama Indonesia dan Kanada untuk memastikan ICA-CEPA benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha di kedua negara," kata Menko Airlangga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasilnya, kedua negara sepakat untuk bersama menyelesaikan sejumlah tantangan implementasi ICA-CEPA, termasuk penyesuaian persyaratan standardisasi, serta praktik keberlanjutan dan ketenagakerjaan.

Kemudian, mendorong peningkatan kapasitas UMKM agar memanfaatkan peluang pasar baru, serta penguatan infrastruktur logistik dan fasilitasi perdagangan Indonesia agar tetap kompetitif. Kedua pihak juga setuju untuk memastikan manfaat perjanjian dirasakan secara merata.

Dalam pertemuan itu, Airlangga menyampaikan bahwa hubungan dagang bilateral Indonesia-Kanada bertumbuh stabil sejak 2021, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 9,13 persen.

Total perdagangan kedua negara pada tahun Semester I tahun 2025 tercatat mencapai USD3,1 miliar, meningkat 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam implementasinya nanti, ICA-CEPA akan menghapus atau menurunkan tarif pada lebih dari 90 persen pos tarif Kanada untuk produk Indonesia, dan sebaliknya oleh Indonesia untuk hampir 86 persen pos tarif produk Kanada.

Sejalan dengan prosesnya, ekspor Indonesia ke Kanada diproyeksikan dapat meningkat hingga USD11,8 miliar pada 2030, diikuti peluang kerja sama yang terbuka luas di berbagai sektor strategis seperti hilirisasi mineral kritis, energi bersih, agripangan dan perikanan berkelanjutan, infrastruktur, serta jasa keuangan dan digital.

Lebih dari sekadar perjanjian dagang, ICA-CEPA juga memiliki nilai strategis terhadap posisi Indonesia di kawasan, yang berperan penting dalam memperluas keterlibatan Kanada di kawasan Indo-Pasifik, serta membuka gerbang bagi penguatan jaringan dagang Kanada dengan ASEAN.

Untuk itu, Airlangga mendorong agar kesiapan implementasi ICA-CEPA menjadi prioritas bersama, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh pelaku usaha di kedua negara.

ICA-CEPA merupakan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif pertama Indonesia dengan negara di kawasan Amerika Utara, yang diresmikan pada September 2025.

Perjanjian ini diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara serta membuka akses pasar, investasi, dan kerja sama yang lebih luas dengan mitra strategis di kawasan Amerika Utara.

(rea/rir)
placeholder