DPR Minta Kaji Ulang Batas Defisit APBN 3%, Ini Kata Wamenkeu Juda

CNN Indonesia
Kamis, 17 Sep 2026 20:40 WIB
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan sambutan saat perkenalan wakil menteri baru di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/2/2026). Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung memperkenalkan dirinya sebagai Wakil Menteri K
Wamenkeu Juda Agung menegaskan pemerintah akan tetap menjaga defisit APBN di bawah 3 persen sebagai respons atas usulan DPR untuk mengkaji ulang batas tersebut. (FOTO:ANTARA/SULTHONY HASANUDDIN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan pemerintah akan tetap konsisten menjaga batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3 persen.

Pernyataan itu merupakan respons atas usulan Komisi XI DPR RI yang meminta agar regulasi batas defisit tersebut dikaji ulang

"Kita tetap konsisten di bawah 3 persen," ujarnya ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eks Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) tersebut menjelaskan batas defisit di bawah 3 persen dipertahankan merupakan langkah menjaga kredibilitas fiskal negara.

"lya itu menjaga kredibilitas dari fiskal," ujar Juda.

Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun mengusulkan agar pembatasan defisit APBN maksimal 3 persen dikaji ulang dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Keuangan Negara, Kamis (17/9).

Menurut Misbakhun, pelonggaran batas defisit yang lebih tinggi dibutuhkan pada situasi tertentu, terutama ketika Indonesia memiliki momentum keluar dari jebakan kelas menengah (middle income trap) menuju negara berpenghasilan tinggi.

[Gambas:Youtube]

Ia menilai upaya untuk keluar dari jebakan kelas menengah membutuhkan dukungan dari ekspansi pertumbuhan ekonomi.

"Bagaimana cara mencapai ekspansi pertumbuhan itu kalau kita nge-lock di sana (batas defisit)? Kita itu selalu membicarakan defisit 3 persen itu," ujar Misbakhun.

Politikus Partai Golkar itu mengkritik sudut pandang yang mendewakan angka pembatasan defisit tersebut.

"Nah ini yang harus kita (lihat) satu sisi mengenai 3 persen ini. Seakan-akan angka 3 persen itu sesuatu yang absolut, sesuatu yang luar biasa," ujar Misbakhun.

(dhz/ins)
placeholder