Bahlil soal Impor Minyak Asing: Cari Lebih Murah dan Tak Bebani APBN

CNN Indonesia
Jumat, 18 Sep 2026 07:59 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan paparan pada konferensi pers capaian kinerja Kementerian ESDM tahun 2025 di Jakarta, Kamis (8/1/2026). Kementerian ESDM pada 2025 mencatat Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menekankan prinsip ekonomi dalam impor BBM, mencari sumber yang lebih murah dan berkualitas, tanpa membebani APBN dan rakyat. (FOTO:ANTARA/Dhemas Reviyanto).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan pentingnya tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat memutuskan untuk impor bahan bakar minyak (BBM). Salah satunya dengan mencari alternatif impor yang lebih terjangkau.

Hal itu juga sejalan dengan upaya Bahlil untuk mengedepankan prinsip dan azas ekonomi dalam melakukan impor BBM. Ia menyampaikan itu dalam merespons rencana impor BBM dari Amerika Serikat.

"Kita cari yang terbaik. Kita cari yang lebih murah, mana, itu yang kita akan beli," ujar kata Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (17/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahlil menyebut pemerintah akan selalu berpikir sekaligus bertindak hati-hati dengan mempertimbangkan dan memprioritaskan azas-azas ekonomi.

Ia menyatakan selain mengedepankan azas kepastian, pemerintah juga mengutamakan azas ekonomi.

Bahlil menyebut agar impor BBM itu didapatkan secara ekonomis.

"Sehingga tidak membebankan APBN kita dan atau tidak membebankan rakyat kita terhadap nilai daripada apa yang kita akan beli," ucapnya.

Bahlil mengatakan akan selalu mengupayakan yang terbaik. Di samping itu pemerintah akan mencari sumber energi yang lebih murah, tetapi tetap berkualitas.

Pada saat yang sama, Bahlil mengatakan bahwa stok nasional BBM masih aman atau masih di atas standar minimum nasional.

[Gambas:Youtube]

(mnf/ins)
placeholder