Pakar Asing Puji Prabowonomic hingga Transformasi Danantara

CNN Indonesia
Jumat, 18 Sep 2026 11:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri) didampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka (keempat kiri) bersama Presiden ketujuh  Joko Widodo (keempat kanan), Presiden keenam  Susilo Bambang Yudhoyono (kelima kiri), Wapres ke-13  Ma'ruf Amin (kedua kanan), Wa
Profesor HI Webster University Rovshan Ibrahimov menilai restrukturisasi BUMN era Prabowo merupakan langkah besar karena menyasar struktur yang telah berakar. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Profesor Hubungan Internasional Webster University Rovshan Ibrahimov menyoroti arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto, terutama melalui restrukturisasi BUMN dan pembentukan Danantara Indonesia.

Dalam analisis yang dimuat The Telegraph, Ibrahimov menilai restrukturisasi BUMN merupakan langkah besar karena menyasar struktur yang telah berkembang selama puluhan tahun.

Dia menyebut langkah-langkah Prabowo itu adalah "Prabowonomics".

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk mencabut struktur yang telah berakar kuat, diperlukan tangan yang cukup tegas," kata Ibrahimov seperti dikutip The Telegraph, Jumat (18/9).

Ia mencatat pemetaan terhadap BUMN menemukan 1.074 entitas, jauh di atas perkiraan awal sekitar 300-400 entitas. Hingga Agustus 2026, Danantara disebut telah menghapus 290 entitas melalui merger, likuidasi, dan divestasi.

Menurutnya, Danantara menjadi instrumen penting dalam Prabowonomics karena tidak hanya mengelola aset negara untuk kepentingan investasi, tetapi juga diarahkan mendukung prioritas pembangunan, termasuk hilirisasi dan penciptaan lapangan kerja.

Meski demikian, Ibrahimov juga menyoroti kritik terhadap besarnya kewenangan Danantara serta pertanggungjawabannya kepada Presiden.

Menurutnya, keberhasilan model tersebut tetap bergantung pada kemampuan pemerintah mengelola risiko dan mengambil keputusan sulit.

(asa)