Ini Penyebab Harga Cabai Naik hingga Tembus Rp100 Ribu per Kg

CNN Indonesia
Senin, 21 Sep 2026 09:22 WIB
Pedagang memilah cabai rawit yang dijual di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (21/5/2024). Menurut panel harga pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga sejumlah komoditas pangan terpantau masih mengalami tren kenaikan seperti cabai rawit merah masih
Penyebab harga cabaik naik dipicu minimnya pasokan. Harga mencapai Rp100 ribu per kg, diprediksi terus meningkat jika kondisi tidak membaik. (FOTO:ANTARA/M RISYAL HIDAYAT).
Jakarta, CNN Indonesia --

Minimnya pasokan digadang sebagai penyebab harga cabai naik di pasaran dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, harga cabai rawit merah telah menembus level Rp100 ribu per kilogram (kg).

Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid mengakui bahwa saat ini seluruh harga cabai sedang naik, terlebih untuk jenis cabai rawit merah sebagaimana dilansir dari detikcom, Senin (21/9).

Abdul mengatakan harga cabai rawit merah di tingkat petani sudah mencapai Rp65 ribu per kg. Dan akhirnya di pasar harga cabai rawit merah bisa mencapai Rp90 ribu per kg hingga Rp100 ribu per kg.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cabai rawit Cabai rawit memang ada kenaikan ya. Kenaikan di petani itu sekitar Rp60 ribu per kg sampai Rp65 ribu per kg. Jadi pas sampai (masyarakat) Rp100 (ribu). Jadi memang kondisi pasar ini sekarang," ujar Ketua AACI tersebut saat dihubungi detikcom, Minggu (20/9).

Ia mengatakan kenaikan harga cabai rawit merah terjadi di tengah terbatasnya stok. Saat ini, produksi cabai lebih banyak berasal dari wilayah dataran rendah.

"Nah sementara produksi, produksi ini sekarang hanya ada di dataran rendah, kalau dataran tinggi sudah enggak ada lagi," terangnya.

[Gambas:Youtube]

Abdul menambahkan, jika kondisi tanaman cabai hanya ada di daratan rendah kemudian terjadi kemarau berkepanjangan maka harga cabai kemungkinan besar bakal terus meningkat.

"Apakah akan naik lagi? Tergantung dari musim, kalau seandainya kondisinya begini terus sampai November, bakal susah kita," katanya.

Ia pun menjelaskan bahwa penanaman baru diperkirakan berlangsung pada Oktober hingga November nanti tidak akan menambah jumlah stok yang ada, karena hanya dihasilkan dari daratan rendah saja. Kondisi normal kata Abdul akan terjadi pada Desember-Januari, namun pada waktu itu, terdapat tantangan musim hujan.

"Kalau sananya enggak ada. Gagal semua ya bisa-bisa sampai Rp100 ribu -Rp120 ribu per kg (di masyarakat) di petani ya Rp70 ribu hingga Rp80 ribu kg," ujarnya.

Lihat Juga :

Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia (BI) pada Senin (21/9), cabai menjadi komoditas pangan dengan kenaikan tertinggi. Di mana cabai merah keriting naik sebesar 43,72 persen atau sekitar Rp 29.050 per kg menjadi Rp 95.500 per kg.

Kemudian harga cabai rawit merah juga naik sebesar 25,99 persen atau sekitar Rp 24.050 per kg menjadi Rp 116.600 per kg. Kenaikan tinggi juga dialami cabai merah besar hingga 37,78 persen atau sekitar Rp 21.250 per kg menjadi Rp 77.500 per kg. Lalu untuk cabai rawit hijau naik sebesar 33,21 persen atau Rp 21.900 per kg menjadi Rp 87.850 per kg.

(ins/ins)