HARI TANI 2026

8 Komoditas Jadi Penanda Keberhasilan Swasembada Pangan

CNN Indonesia
Kamis, 24 Sep 2026 14:15 WIB
Pekerja menyusun beras di gudang Bulog Pasirhalang, Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (19/4/2024). Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat stok beras Bulog nasional hingga (16/4) mencapai 1.231.434 ton dan stok tersebut belum memenuhi
Pemerintah menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan untuk delapan komoditas mulai dari beras, telur ayam, hingga bawang merah. (ANTARA FOTO/Henry Purba).

Stok Beras Bulog dan Peluang Ekspor

Di tengah klaim keberhasilan swasembada tersebut, stok beras yang dikuasai Perum Bulog juga berada pada level jutaan ton.

Adapun total stok beras yang dikuasai Bulog mencapai sekitar 4,705 juta ton, terdiri atas 4,697 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan sekitar 7.220 ton beras komersial (KOM).

Stok tersebut disebut telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan siap untuk didistribusikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketersediaan stok tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah membuka peluang ekspor setelah kebutuhan dalam negeri dinilai tercukupi.

Pada Maret 2026, Indonesia mengirim sekitar 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia. Saat itu, pemerintah juga menyebut sedang menjajaki pasar beras ke Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina.

Peluang ekspor tersebut kemudian berlanjut ke Malaysia. Pada Agustus 2026, Indonesia mengirim 1.000 ton beras premium ke Malaysia, dengan pasar Sarawak disebut berpotensi menyerap hingga 200 ribu ton per tahun.

Selain pasar tersebut, pemerintah juga menyebut Indonesia sebelumnya pernah mengekspor beras ke Palestina dan Mesir.

Dengan demikian, pasar yang telah disebut dalam rangkaian ekspor maupun penjajakan Indonesia mencakup Arab Saudi, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Palestina, dan Mesir.

Harga dan Kesejahteraan Petani

Ito mengatakan ketersediaan pangan juga diupayakan berjalan bersama dengan peningkatan kesejahteraan petani. Salah satu indikator yang digunakan pemerintah adalah Nilai Tukar Petani (NTP).

Berdasarkan data BPS, NTP nasional pada Mei 2026 mencapai 127,73 atau naik 1,99 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan tersebut terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik 2,53 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,53 persen.

Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) nasional pada Mei 2026 tercatat 132,84 atau naik 1,95 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Ito mengatakan peningkatan produksi beras menjadi salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjaga kesejahteraan petani sekaligus ketersediaan pangan.

"Nah, tani ini sekarang lebih kepada begini, kita mencoba untuk semua petani itu bagaimana kesejahteraannya tinggi, NTP-nya naik. Salah satunya adalah meningkatkan produksi beras," ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah juga menjaga kesinambungan produksi dengan mempersiapkan panen berikutnya serta mengoptimalkan penyaluran bantuan pangan berbasis beras.

"Kita ini sebenarnya sudah banyak. Tapi sustain, kita membuat sustain. Nanti di bulan Februari akan ada panen lagi, dan seterusnya. Nah, sekarang beras-beras bantuan pangan dan semua itu kita kejar untuk itu," kata Ito.

Hadapi El Nino

Untuk mempertahankan produksi di tengah ancaman iklim seperti El Nino, pemerintah akan meningkatkan indeks pertanaman serta menjaga ketersediaan benih dan pupuk.

"Meningkatkan IP. Benih kita kasih, pupuk kita tetap kita jaga. Ini jadi benih yang benih unggul, pupuk jangan sampai terlambat seperti itu kan," ujar Ito.

Selain itu, pemerintah melanjutkan peningkatan pertanaman dan pencetakan sawah di sejumlah wilayah, termasuk Papua dan Kalimantan.

Untuk komoditas yang masih bergantung pada impor, Ito mengatakan pemerintah akan mengurangi ketergantungan tersebut secara bertahap.

Ia mencontohkan pengembangan sapi perah yang masih membutuhkan impor sapi, dengan target mengubah komposisi pasokan secara perlahan agar produksi dalam negeri memiliki porsi yang lebih besar.

(del/sfr)

HALAMAN:
1 2