Alasan Rupiah Bertanda Tangan Purbaya Diburu Kolektor
Uang kertas rupiah tahun cetak 2026 yang memuat tanda tangan Menteri Keuangan periode 2025-2026 Purbaya Yudhi Sadewa disebut tengah diincar kolektor.
Pengurus Klub Uang Revolusi (CORE) Nurdi Halim menilai fenomena perburuan ini didorong oleh meroketnya popularitas Purbaya selama menduduki kursi menteri keuangan.
Purbaya semakin dikenal publik setelah menjabat sebagai menteri keuangan, yang dinilai tidak terlepas dari sosoknya yang digemari masyarakat.
"Kalau menurut saya sekarang ini kan boleh dibilang figurnya Purbaya kan disuka, (jadinya) menurut saya famous," ujar Nurdin kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/9).
Meski uang tersebut tengah diincar di pasaran, Nurdi mengaku masih mengambil sikap wait and see sebelum ikut memburunya.
Ia mengaku sempat ditawari pecahan uang Rp50 ribu bertanda tangan Purbaya, tetapi memutuskan tidak mengambilnya.
Keputusan tersebut karena ia masih mencermati kebijakan mendatang apakah uang edisi tersebut kelak akan ditarik dari peredaran atau dibiarkan beredar luas.
Jika tidak ada kebijakan penarikan, ia memprediksi harga jualnya di kalangan kolektor akan tetap sama dengan nominal aslinya.
Sebaliknya, nilai uang tersebut baru akan melejit drastis apabila ditarik secara resmi.
"Kalau saya ditanya, saya sih terus terang aja wait and see," ujar Nurdi.
Di sisi lain, sebagai seorang penggiat numismatik, Nurdi berspekulasi uang cetakan 2026 bertanda tangan Purbaya tersebut mungkin diproduksi dalam jumlah yang terbatas.
"Sebagai pemain numismatik bisa berspekulasi dicetak sedikit, sehingga jarang ditemui akibatnya menjadi barang buruan atau langka," ujar Nurdi.
Jika spekulasi tersebut terbukti, Nurdi memperkirakan harganya bisa melambung sangat tinggi karena langka, bahkan menyentuh angka jutaan rupiah per lembarnya.
"Peminat banyak, barang sedikit, harga pasti melambung. Bisa mahal, bisa orang beli jutaan," ujarnya.
Purbaya sendiri telah merespons mengenai fenomena ini.
Ia tidak berkomentar banyak. Ketika dihubungi CNNIndonesia.com melalui aplikasi perpesanan pada Rabu (23/9), Purbaya hanya mengirimkan satu kata dengan emoji tersenyum lebar.
"Santai," kata Purbaya diikuti tiga emoji senyum.
Bank Indonesia (BI) pun menegaskan uang rupiah kertas tahun cetak 2026 yang memuat tanda tangan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan eks Gubernur BI Perry Warjiyo tetap sah digunakan sebagai alat pembayaran, meski keduanya tidak lagi menjabat.
"Uang Rupiah Tahun Cetak 2026 yang memuat tanda tangan Purbaya Yudhi Sadewa selaku Menteri Keuangan dan Perry Warjiyo selaku Gubernur Bank Indonesia tetap merupakan alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI," tegas Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/9).
Uang yang ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi incaran para kolektor tersebut merupakan rupiah kertas tahun Emisi (TE) 2022 pecahan Rp100 ribu. Namun, uang itu memiliki tahun cetak 2026 dan memuat tanda tangan Purbaya dan Perry Warjiyo.
Sejumlah warganet mengaku tertarik memiliki dan mengoleksi uang tersebut karena menilai uang dengan tanda tangan kedua pejabat tersebut tidak banyak ditemukan.
"Yeay akhirnya nemu yang ttd (tandatangan)-nya Purbaya, langka lho ini cuma jabat 1 tahun 1x cetak uang baru aja pak pur," ucap salah seorang pengguna X.
(dhz/sfr)