Harga Minyak Dunia Turun Tipis Usai Iran Buka Peluang Akur dengan AS

CNN Indonesia
Kamis, 24 Sep 2026 11:53 WIB
Harga minyak dunia turun tipis ke US$102 per barel pada Kamis (24/9), setelah melonjak 4 persen kemarin. Penurunan dipicu harapan damai AS-Iran. (Dok. AKR Corporindo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak mentah dunia turun tipis ke US$102 per barel pada perdagangan Kamis (24/9), setelah melonjak 4 persen pada sesi sebelumnya.

Penurunan terjadi setelah Iran mengatakan masih terbuka terhadap diplomasi untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat (AS), meski kedua negara masih berbeda pandangan mengenai cara mencapai kesepakatan.

Kontrak berjangka untuk minyak Brent turun 94 sen atau 0,9 persen menjadi US$102,13 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 59 sen atau 0,7 persen menjadi US$91,56 per barel.

Kepada Reuters, seorang pejabat senior dari Iran mengatakan negaranya dan AS masih berbeda pandangan mengenai cara mengakhiri perang. Namun, ia menegaskan diplomasi harus terus berlanjut.

Iran juga sedang meninjau tanggapan AS atas proposal perdamaian yang diajukan Teheran. Proposal tersebut memprioritaskan pencabutan blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Pembukaan Selat Hormuz dan pencabutan blokade laut terhadap Iran oleh Amerika juga dibahas dalam perundingan tidak langsung antara kedua negara pada Selasa.

Namun, Kepala Keamanan Iran Mohsen Rezaei mengatakan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali selama tuntutan Iran belum dipenuhi.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kesepakatan dengan Iran membutuhkan kerja keras dalam jangka waktu tertentu. Ia juga menyebut Presiden Donald Trump masih memiliki opsi militer.

Selain perkembangan AS-Iran, pelaku pasar turut mencermati kemungkinan adanya pembatasan ekspor diesel AS.

Kontrak berjangka diesel sulfur ultra-rendah sempat turun sekitar 5 persen setelah Politico melaporkan pemerintahan Trump menyiapkan rencana larangan ekspor diesel selama 90 hari. Namun, Gedung Putih membantah laporan tersebut.

Bloomberg kemudian melaporkan terkait Menteri Energi AS Chris Wright meminta para pemimpin industri minyak bersiap menghadapi kemungkinan pembatasan ekspor diesel dalam pembicaraan pada Selasa malam.

Sementara itu, persediaan minyak mentah AS naik 3 juta barel menjadi 426,4 juta barel pada pekan lalu, menurut data Administrasi Informasi Energi AS (EIA). Analis yang disurvei Reuters sebelumnya memperkirakan persediaan minyak mentah AS turun 641 ribu barel.

(lil/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK