Airlangga Ungkap 74 Juta Warga RI Usia 17 Tahun Belum Punya Rekening
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap sekitar 74 juta penduduk Indonesia berusia 17 tahun ke atas belum memiliki rekening perbankan.
Airlangga mengatakan temuan tersebut diperoleh dari hasil pemadanan data kependudukan dari Dukcapil dengan data perbankan.
"Dengan data dari Dukcapil dan data yang dipadu-padankan, ini kelihatan dari penduduk yang berusia 17 tahun dan belum mempunyai rekening itu sekitar 74 juta," ujar Airlangga dalam acara FEKDI x IFSE 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Kamis (24/9).
Menurut Airlangga, pemerintah tengah membahas kemungkinan memberikan dana sebesar Rp50 ribu kepada masyarakat yang belum memiliki rekening. Jika diberikan kepada sekitar 74 juta orang, dana yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp3,8 triliun.
"Kalau dana yang kita berikan Rp50 ribu itu maka dana yang diperlukan adalah sekitar Rp3,8 triliun. Nah, ini yang kami sedang bahas dengan Bapak Presiden," katanya.
Airlangga mengatakan pemerintah juga ingin memastikan rekening yang dibuka melalui program tersebut tidak sekadar menjadi rekening pasif, melainkan aktif digunakan oleh masyarakat.
"Dan tentu kita ingin membuat juga program yang kita bisa lakukan agar rekening ini menjadi rekening aktif," ujarnya.
Ia menambahkan Komisi XI DPR juga dapat mendorong program tersebut. Airlangga menyebut Presiden meminta agar masyarakat yang telah berusia 17 tahun tidak hanya mendapatkan KTP, tetapi juga memiliki rekening perbankan.
"Nah, ini juga nanti dari Komisi XI bisa mendorong karena Bapak Presiden minta mereka yang berusia 17 tahun selain mendapatkan KTP tetapi mempunyai juga rekening melalui BRI maupun BSI," katanya.
Airlangga mengatakan skema tersebut juga dapat menyasar masyarakat di Aceh yang menggunakan layanan perbankan syariah.
"Terutama teman-teman yang di Aceh itu menggunakan BSI," pungkasnya.
(lau/sfr)