RI Tiru Cara Korsel Jadi Negara Maju, Tetapkan Sektor Prioritas

CNN Indonesia
Jumat, 25 Sep 2026 04:45 WIB
Indonesia's Finance Minister Suahasil Nazara gestures as he delivers his remarks during a budget briefing at the Finance Ministry in Jakarta, Indonesia, September 18, 2026. REUTERS/Willy Kurniawan
Suahasil mengungkap Korea Selatan (Korsel) dijadikan sebagai tolok ukur bagi Indonesia dalam mencapai ambisi menjadi negara maju. (REUTERS/Willy Kurniawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkap Korea Selatan (Korsel) dijadikan sebagai tolok ukur bagi Indonesia dalam mencapai ambisi menjadi negara maju.

Suahasil memaparkan saat ini laju pertumbuhan sektor manufaktur Indonesia berada di level 3,77 persen, investasi sebesar 4,84 persen, dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di kisaran 5,16 persen.

Pencapaian tersebut dinilai masih perlu digenjot jika berkaca pada rekam jejak Korsel yang sukses menjadikan investasi produktif sebagai salah satu fondasi transformasi Korea menuju High-Income Economy pada 1995.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ingin membandingkan situasi yang dialami oleh Korea sebelum dia menjadi negara maju, yaitu mampu tumbuh manufakturnya di atas 10,7 persen, mampu tumbuh investasinya di atas 10,6 persen, dan pertumbuhan PDB-nya growthnya ada di angka 8,8 persen," ujarnya dalam acara Antara Business Forum 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (23/9).

Guna mengejar ketertinggalan dan meniru kesuksesan tersebut, Suahasil membeberkan pemerintah telah menetapkan sejumlah sektor prioritas.

Sektor itu mencakup infrastruktur digital, hilirisasi sumber daya alam (SDA), manufaktur bernilai tambah tinggi, industri hulu strategis, ketahanan pangan, hingga energi terbarukan.

Meski demikian, ia mengingatkan pembangunan seluruh sektor tersebut memerlukan enablers agar target pertumbuhan dapat tercapai.

Enablers tersebut antara lain modal manusia dan produktivitas, infrastruktur dan konektivitas yang andal, institusi yang efektif dan kepastian regulasi, stabilitas makroekonomi dan kondisi pembiayaan yang kompetitif, serta stabilitas politik dan keamanan.

[Gambas:Youtube]

 

(dhz/pta)