OJK Uji Tokenisasi Emas hingga Stablecoin Lewat Regulatory Sandbox

CNN Indonesia
Jumat, 25 Sep 2026 05:23 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam acara FEKDI x IFSE 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Kamis (24/9).
OJK menguji sejumlah inovasi keuangan digital melalui regulatory sandbox, mulai dari tokenisasi emas, SBN, manfaat properti, hingga stablecoin. (CNN Indonesia/Laurent Nabila Zahra Tanjung).
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menguji sejumlah inovasi keuangan digital melalui regulatory sandbox, mulai dari tokenisasi emas, surat berharga negara (SBN), manfaat properti, hingga stablecoin.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pengujian tidak hanya dilakukan untuk melihat kecanggihan teknologi, tetapi juga dampak dan manfaatnya bagi masyarakat.

"Tidak hanya melihat inovasi itu canggih secara teknologi, tapi apakah teknologi itu berdampak dan terutama dalam menyejahterakan masyarakat Indonesia," ujar Friderica dalam acara FEKDI x IFSE 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Kamis (24/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Friderica mengatakan OJK melalui regulatory sandbox tengah menguji sejumlah inovasi, termasuk tokenisasi aset.

"Melalui sandbox kita menguji berbagai inovasi seperti tokenisasi emas, surat berharga negara, manfaat properti, crypto asset fund, kustodian aset keuangan digital dan stablecoin untuk menilai kesiapan teknologi, kelayakan model bisnis, pengelolaan risiko dan satu kata yang tidak boleh ditinggalkan, pelindungan konsumen," katanya.

Menurut Friderica, inovasi yang dinyatakan lulus regulatory sandbox perlu memiliki jalur implementasi yang jelas sebelum diterapkan secara lebih luas.

"Bagi inovasi yang dinyatakan lulus, kita harus menyiapkan jalur implementasi yang jelas, melalui empat fondasi yang selaras, yakni roadmap sebagai arah, pengaturan sebagai landasan, dan juga infrastruktur sebagai penopang operasional, serta tentu saja kerja sama lintas kementerian dan lembaga sebagai penggerak utama," ujarnya.

Ia menambahkan pengembangan pasar sekunder juga menjadi bagian penting dalam implementasi inovasi tersebut. Hal ini perlu didukung penyimpanan aset yang aman dan transparan, informasi yang transparan, serta penyelenggaraan transaksi yang andal.

"Dengan demikian dapat kami sampaikan bahwa keberhasilan sandbox dapat menjadi ekosistem keuangan digital yang produktif, memperluas akses pembiayaan dan investasi, serta tentunya berkontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia," pungkas Friderica.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr)