BI Cetak Lagi Rupiah Bertanda Tangan Perry-Purbaya

CNN Indonesia
Kamis, 24 Sep 2026 19:22 WIB
Bank Indonesia (BI) memastikan rupiah dengan tanda tangan eks Gubernur BI Perry Warjiyo daneks Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa masih akan dicetak ulang. (CNN Indonesia/Laurent Nabila).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) memastikan rupiah dengan tanda tangan Gubernur BI periode 2018-2026 Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan periode 2025-2026 Purbaya Yudhi Sadewa masih akan dicetak ulang.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan rupiah dengan tanda tangan pejabat baru akan diterbitkan mengikuti kebutuhan uang kartal dan tahapan pencetakan rutin yang dilakukan bank sentral.

"Hari ini, kalau enggak salah, hari ini terbit yang seri baru, tanda tangan dari Pak Menteri Keuangan yang lama dan Bapak Gubernur juga yang sebelumnya. Jadi hari ini keluar, hari ini atau beberapa hari yang lalu, tapi itu sudah ada. Ada yang minta kolektor?" ujar Destry dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (24/9).

Destry menegaskan pencetakan uang merupakan kegiatan rutin bank sentral untuk memenuhi kebutuhan uang kartal masyarakat.

"Cetak uang itu kan hal yang normal. Setiap tahun kita cetak uang," kata Destry.

Menurut Destry, pencetakan uang tidak dilakukan sekaligus pada awal atau akhir tahun. Dalam hal ini, BI memiliki tahapan dan perhitungan kebutuhan uang kartal dalam satu periode.

"Harus selalu yang tiap tahun itu ada masanya. Jadi mencetak itu nggak langsung jebret di awal tahun atau di akhir tahun, tapi ada tahapan-tahapannya. Karena biar gimana kan kebutuhan uang kartal itu masih ada," ujarnya.

Ia mengatakan kebutuhan uang kartal masih diperlukan, khususnya di daerah yang belum terjangkau layanan digital.

"Khususnya untuk teman-teman kita yang masih ada di daerah, di luar jangkauan yang sinyalnya juga byar pet (bahasa Jawa; ngejepret/nyala-hidup) gitu ya. Jadi itu hal yang biasa," katanya.

Destry menjelaskan rencana pencetakan uang dibahas BI bersama pemerintah dengan mempertimbangkan target uang beredar dan kebutuhan penerbitan uang kartal.

"Sepanjang di awal itu selalu kita ada bicarakan dengan pemerintah, kira-kira berapa target dari uang beredar yang nanti akan di dalam satu periode," tuturnya.

Pembahasan tersebut biasanya dilakukan menjelang akhir tahun untuk menentukan kebutuhan uang kertas dan uang logam pada periode berikutnya.

"BI punya target money supply seperti ini, pemerintah punya target issuance seperti apa, nah itu kemudian kita diskusikan termasuk di situ adalah berapa banyak BI berencana untuk mengeluarkan uang kartal atau mencetak uang kertas dan uang logam," pungkas Destry.

Uang yang ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi incaran para kolektor tersebut merupakan rupiah kertas tahun Emisi (TE) 2022 pecahan Rp100 ribu.

Namun, uang itu memiliki tahun cetak 2026 dan memuat tanda tangan Purbaya dan Perry Warjiyo.

(lau/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK