Kurang Tenaga, Rupiah Loyo ke Rp17.936 Jelang Akhir Pekan
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.936 per dolar AS pada perdagangan Jumat (25/9) pagi. Mata uang Garuda melemah 20 poin atau 0,11 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah terjadi di tengah mata uang Asia yang bergerak bervariasi terhadap dolar AS.
Sejumlah mata uang Asia menguat, yakni peso Filipina naik 0,11 persen, ringgit Malaysia menguat 0,37 persen, dolar Singapura terapresiasi 0,01 persen, yen Jepang naik 0,29 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,60 persen.
Sementara itu, yuan China melemah 0,03 persen dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen terhadap dolar AS.
Mata uang utama negara maju juga bergerak bervariasi. Dolar Australia menguat 0,01 persen, sementara poundsterling Inggris bergerak datar.
Di sisi lain, euro Eropa melemah 0,05 persen, dolar Kanada turun 0,04 persen, dan franc Swiss terdepresiasi 0,04 persen terhadap dolar AS.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.
"Rupiah diperkirakan masih melemah terhadap dolar AS, dengan indeks dolar dan imbal hasil obligasi AS yang terus menanjak oleh meningkatnya prospek kenaikan suku bunga oleh The Fed di bulan Oktober, menyusul pidato hawkish beberapa pejabat The Fed semalam," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Jumat (25/9.
Namun, harapan tercapainya kesepakatan AS-Iran dan penurunan harga minyak mentah pada pagi ini dapat menahan pelemahan rupiah lebih lanjut.
"Namun harapan kesepakatan AS-Iran dan harga minyak mentah dunia yang turun di pagi ini bisa menahan pelemahan yang lebih besar," katanya.
Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp18 ribu per dolar AS pada perdagangan hari ini.
(lau/ins)