Menkomdigi Kunjungi Telin LA, Dorong Ekosistem Digital Go Global
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengunjungi kantor PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) di Los Angeles, Amerika Serikat, Jumat (25/9). Kunjungan itu bertujuan meninjau peran Telin, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dalam memperkuat konektivitas Indonesia ke ekosistem digital global.
Dalam agenda tersebut, Meutya berdiskusi dengan CEO Telin, Abdul Rahman Ansyori, beserta jajaran manajemen. Diskusi membahas penguatan posisi Telin sebagai pemain konektivitas global, mulai dari pengembangan infrastruktur digital hingga perluasan kemitraan strategis.
Pembahasan itu turut mencakup peluang menghubungkan Indonesia dengan pusat ekonomi dan teknologi dunia. Pertemuan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi pemerintah dan industri dalam membangun ekosistem digital yang kompetitif secara global.
"Indonesia tidak bisa berjalan sendiri di tengah perkembangan ekosistem digital global. Kita harus terus terhubung, membuka ruang kolaborasi, dan memastikan Indonesia menjadi bagian aktif dari perkembangan teknologi dunia," ujar Meutya dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9).
Ia menambahkan, pemerintah mendorong perusahaan Indonesia untuk semakin hadir di pasar global, membangun kemitraan strategis, serta membawa peluang, teknologi, dan investasi kembali ke Indonesia. Telin disebut sebagai salah satu contoh perusahaan Indonesia yang menjadi jembatan penghubung antara Indonesia dan dunia.
Sejalan dengan pernyataan tersebut, Ansyori menyampaikan bahwa perusahaannya terus bertransformasi untuk memperkuat kapabilitas sebagai penyedia konektivitas global. Telin kini memperluas fokus bisnis dari konektivitas titik ke titik menuju pengembangan koridor konektivitas yang lebih luas.
"Kami terus berkembang, dari sekadar menghubungkan titik menjadi menghubungkan koridor, sehingga menciptakan jembatan digital yang lebih kuat antara Indonesia dan dunia," katanya.
Transformasi bisnis Telin tercermin dari kinerja keuangan perusahaan. Pada periode 2019 hingga 2025, pendapatan Telin tumbuh sekitar 1,6 kali lipat, sementara laba bersih meningkat sekitar lima kali lipat.
Telin saat ini terus memperluas jaringan bisnis melalui kemitraan dengan sejumlah perusahaan teknologi global. Perusahaan itu turut mendukung kebutuhan konektivitas di Amerika Serikat, Indonesia, dan berbagai pasar internasional lainnya.
"Kehadiran global kami, khususnya di Amerika Serikat, memungkinkan kami membangun hubungan yang lebih erat dengan para pemain
teknologi terdepan, memperluas kemitraan strategis, serta menciptakan peluang konektivitas yang mendukung pertumbuhan Indonesia dan ekosistem digital yang lebih luas," imbuh Ansyori.
Mendengar hal tersebut, Meutya menyampaikan apresiasi atas peran Telin dalam memperkuat kehadiran digital Indonesia di tingkat global. Apresiasi itu disampaikan lewat sebuah pernyataan singkat saat kunjungan berlangsung.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi Telin sebagai penghubung Indonesia dengan panggung digital dunia. Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk melihat langsung perkembangan bisnis dan infrastruktur Telin di Amerika Serikat.
"Bridging Indonesia to the Global Stage. Proud to see Telin driving our digital sovereignty forward from Los Angeles," tuturnya.
Sebagai informasi, kunjungan dan diskusi strategis itu menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, industri, dan ekosistem teknologi global. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat konektivitas serta kapabilitas digital Indonesia.
Kehadiran perusahaan Indonesia di pasar internasional dinilai membuka ruang lebih luas bagi kemitraan, pertukaran teknologi, dan investasi. Kondisi itu diharapkan memberi nilai tambah bagi ekosistem digital nasional.
Melalui kapabilitas dan jejaring yang terus dikembangkan, Telin disebut memperkuat peran dalam membuka akses Indonesia ke berbagai pusat ekonomi dan teknologi dunia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya TelkomGroup menghadirkan konektivitas yang lebih terintegrasi bagi Indonesia di ekonomi digital global.
(rir)