IHSG Diramal Merah Mengawali Pekan Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Senin (28/9).
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat IHSG masih dibayangi tekanan jual setelah melanjutkan koreksi 0,9 persen ke level 6.241. Secara mingguan, IHSG juga terkoreksi 3,09 persen meski masih tertahan di MA-20.
"Posisi IHSG diperkirakan berada pada bagian wave a dari wave (x), sehingga masih berpotensi menguji area 6.157-6.209," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 6.174, 6.108 dan resistance 6.380, 6.535 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni COIN, INDF, HMSP, dan ENRG.
Lihat Juga :REKOMENDASI SAHAM Daftar Rekomendasi Saham Berpeluang Cuan di Pekan Terakhir September |
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat indeks saham mengindikasikan potensi melanjutkan pelemahan pada awal pekan ini usai ditutup di bawah level 6.290 dan membentuk candle bearish marubozu pada time frame mingguan.
"Target terdekat IHSG berada di 6.159, sementara jika tekanan jual meningkat, indeks berpotensi menguji klaster support 6.015-6.029," ujar Ivan.
Ia juga memprediksi IHSG bergerak di level support 6.159, 6.015, dan 5.850 dan resistance 6.423, 6.552, dan 6.712 hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni ADRO, BBRI, BUMI, dan DEWA.
IHSG ditutup di level 6.241 pada perdagangan Jumat (25/9) sore. Indeks saham melemah 56,7 poin atau minus 0,9 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp9,43 triliun dengan volume perdagangan sekitar 33,23 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,63 juta kali.
Pada penutupan pekan lalu, 558 saham terkoreksi, 118 menguat, dan 117 stagnan.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
(del/ins)