Bursa Efek Indonesia (BEI) membantah penerapan batas harga terendah saham menjadi Rp1 di pasar reguler dan pasar tunai menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada hari ini (28/9).
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan penghapusan batas harga saham minimum Rp50 tidak memberikan tekanan berarti terhadap pergerakan indeks saham.
Jeffrey menyampaikan bahwa respons pasar saat ketetapan itu diberlakukan terpantau positif dan seluruh proses perdagangan berjalan dengan baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu bobot dari saham-saham yang sudah lama di harga Rp50 itu bobotnya terhadap IHSG juga tidak besar, ya. Jadi tidak semata-mata karena faktor penurunan di bawah harga Rp50 yang memberikan pressure kepada IHSG," ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta Selatan, pada awal pekan ini.
Menurut Jeffrey, pergerakan saham-saham yang sebelumnya tertahan di level Rp50 merupakan bagian dari fase penyesuaian nilai wajar (fair value).
Jeffrey menyebut banyak dari saham tersebut telah tertidur selama bertahun-tahun tanpa transaksi sehingga saat ini tengah mencari titik keseimbangan baru melalui mekanisme auto rejection.
"Artinya memang kesepakatan dari pelaku, dari investor, mungkin memang fair value-nya tidak di Rp50. Dan saat ini sedang mencari fair value-nya. Tentu membutuhkan waktu karena ada proses auto rejection di situ sampai nanti menemukan titik fair value-nya," tuturnya.
Lebih Lanjut, Jeffrey mengungkapkan berdasarkan data pihaknya per pukul 14.30 WIB, tercatat terdapat 69 saham yang diperdagangkan di bawah level Rp50 di pasar reguler.
Angka tersebut merupakan gabungan dari sekitar 20 saham lama di harga Rp50 serta saham-saham dari papan pemantauan khusus.
"Sekitar 14.30 (WIB) saya ter-update bahwa ada 69 saham yang diperdagangkan di bawah Rp50 di pasar reguler. Ada 20-an (saham), tetapi digabung dengan yang tadi dari papan pemantauan khusus yang bertransaksi di bawah Rp50 tadi siang ada 69 saham," pungkas Jeffrey.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.147 pada perdagangan Senin (28/9) sore.
Indeks saham melemah 94,03 poin atau minus 1,51 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp12,56 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 37,24 miliar saham.
Pada penutupan kali ini, 180 saham menguat, 532 terkoreksi, dan 81 stagnan.
(fln/sfr)