Kemenhub Tegur Pihak Asuransi Tak Kunjung Angkat Bangkai KM Virgo
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegur keras lembaga asuransi internasional Protection and Indemnity (P&I) karena pelaksanaan operasi salvage atau pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa belum kunjung dilakukan.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto mengatakan Kemenhub telah mengirimkan surat teguran kepada P&I.
KSOP Banjarmasin juga telah memberikan teguran kedua kepada pemilik KM Virgo untuk segera menjalankan operasi salvage.
"Kementerian Perhubungan sudah menyampaikan surat teguran keras kepada P&I, bahkan kami pun dari jajaran KSOP sudah memberikan teguran yang kedua kepada pemilik KM Virgo untuk segera melaksanakan kegiatan salvage ini," kata Heri dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (28/9) malam, melansir Antara.
Operasi salvage tersebut didorong untuk membantu tim SAR mencari dan mengevakuasi 64 korban yang hingga kini masih belum ditemukan. Sebagian korban juga masih dimungkinkan berada di dalam bangkai kapal yang tenggelam.
Heri mengatakan tim SAR gabungan bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub telah mendorong pemilik kapal segera melakukan pengangkatan bangkai kapal serta menunjuk perusahaan yang akan menangani operasi salvage.
Namun, proses tersebut masih terkendala penentuan perusahaan pelaksana oleh pihak asuransi P&I. Menurut Heri, terdapat dua perusahaan besar yang sedang dipertimbangkan untuk ditunjuk.
"Memang agak kesulitan dari pihak asuransi P&I-nya ini masih menimbang, ada dua perusahaan besar yang dia tunjuk sebenarnya, tapi saya belum bisa pastikan perusahaannya yang mana salah satu, tapi ada dua perusahaan besar yang mau ditunjuk," ujarnya.
Berdasarkan informasi dari pihak P&I, penunjukan perusahaan pelaksana salvage dijadwalkan dilakukan pada Rabu. Kemenhub dan KSOP Banjarmasin akan terus memantau perkembangan proses tersebut bersama pihak terkait.
Heri berharap seluruh proses administrasi dan teknis operasi salvage dapat segera diselesaikan sehingga pelaksana dan kebutuhan teknisnya sudah berada di lokasi kapal dalam waktu kurang dari satu minggu.
"Mudah-mudahan tidak lebih dari satu minggu seluruh administrasi dan teknis pelaksanaan salvage ini sudah berada di lokasi kapal-kapal, mudah-mudahan seperti itu. Kita berdoa, kita monitor terus," ujarnya.
Sementara itu, hingga hari ke-16 operasi SAR, Basarnas mengonfirmasi 179 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan 71 orang meninggal dunia. Masih ada 64 korban yang dalam proses pencarian hingga Senin (28/9) pukul 22.00 WITA.