Wamenperin: Penetrasi Pasar Produk Industri Hijau Harus Diperluas
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong kehadiran produk industri yang ramah lingkungan atau industri hijau harus diperluas.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menilai tantangan untuk mewujudkan industrialisasi yang lebih ramah lingkungan semakin nyata. Hal itu tercermin dari kontribusi sektor industri terhadap emisi gas rumah kaca dan polusi udara.
Ia mengatakan sektor industri yang menyumbang 34 persen emisi gas rumah kaca. Selain itu, sektor industri juga menyumbang sekitar 20 persen hingga 25 persen polusi udara.
"Itu adalah bukti bahwa industrialisasi harus jadi perhatian serius untuk bisa memastikan kegiatan kita membangun Indonesia yang hijau harus kita lakukan bersama," katanya Faisol Riza dalam acara Evolution Indonesia Forum 2026, Rabu (30/9).
Lihat Juga : |
Di sisi lain, pengembangan industri hijau masih menghadapi tantangan dari sisi nilai tambah dan pasar. Menurutnya, nilai tambah produk industri hijau perlu terus ditingkatkan, begitu pula dengan penetrasi pasarnya.
Faisol menyebut pengembangan industri ke depan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan investasi, tetapi juga memastikan kegiatan industri berjalan lebih efisien dan menghasilkan emisi yang lebih rendah.
"Nilai tambah dan penetrasi pasar produk industri hijau masih harus diperluas," pungkasnya.
(pta)