Chairman Pusat Keterampilan Energi Terbarukan (PKET) Sim Budiman Setiawan menyoroti ketersediaan sumber daya manusia (SDM) di tengah perkembangan industri hijau yang pesat di Indonesia.
Sim mengatakan masih ada kesenjangan keterampilan (skill gap) antara kebutuhan industri hijau dengan SDM yang tersedia di dalam negeri.
Ia mencontohkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GW yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami dapat mendapatkan data demand mapping yang kami adakan untuk (pembangunan proyek) PLTS sebenarnya skill gap masih terjadi," ujarnya dalam acara Evolution Indonesia Forum 2026, Rabu (30/9).
Lihat Juga : |
Sim mengatakan pihaknya telah mengumpulkan para pelaku industri hijau agar bisa mengetahui kebutuhan mereka masing-masing. Dari situ, mereka melanjutkannya dengan membuat model-model pelatihan untuk SDM yang ada.
Namun, ia menilai masalah yang lebih krusial adalah bagaimana sinergi antara pemerintah dan pelaku industri dari segi pendidikan. Sinergi itu harus terus digenjot agar bisa menciptakan lulusan yang selaras dengan kebutuhan industri.
"SDM tidak bisa hanya diukur dari berapa kelulusan, tapi bagaimana lulusan itu sesuai dengan yang dibutuhkan industri," ujar Sim.
Lihat Juga : |
Pekerjaan yang menjadi bagian dari green job ini, kata Sim, harus bisa menjadi jenis pekerjaan yang layak dan aman serta inklusif.
"Green job ini harus jadi pekerjaan yang layak, aman, memiliki standar, memberikan kesempatan untuk berkembang, dan inklusif. Jadi renewable energy harus terbuka bagi generasi muda, laki-laki, perempuan, dan kebutuhan khusus," ujar Sim.
(dhz/pta)
