Rupiah Loyo ke Rp17.906 per Dolar AS Awali Oktober

CNN Indonesia
Kamis, 01 Okt 2026 09:26 WIB
Analis merapal rupiah berpotensi melemah, lantaran dolar AS yang kembali menguat setelah revisi data PDB Amerika Serikat lebih kuat dari perkiraan. (FOTO:CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.906 per dolar AS pada perdagangan Kamis (1/10) pagi. Mata uang Garuda melemah 12 poin atau 0,07 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina tercatat melemah 0,13 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,11 persen, dolar Singapura melemah 0,16 persen, yen Jepang turun 0,48 persen, dan won Korea Selatan terdepresiasi 0,27 persen.

Sementara itu, yuan China menguat 0,02 persen. Dolar Hong Kong bergerak datar terhadap dolar AS.

Di sisi lain, seluruh mata uang utama negara maju yang dipantau bergerak melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,02 persen, poundsterling Inggris melemah 0,03 persen, dolar Australia terkoreksi 0,06 persen, dolar Kanada melemah 0,07 persen, dan franc Swiss turun 0,02 persen.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat setelah revisi data produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat lebih kuat dari perkiraan.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat setelah revisi data PDB AS yang lebih kuat dari perkiraan. Investor juga mewaspadai rilis data inflasi dan perdagangan Indonesia siang ini," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Kamis (1/10).

Ia memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp18 ribu per dolar AS pada perdagangan hari ini.

(lau/ins)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK