Beras Premium Langka di Ritel, Pedagang Pasar Sebut Stok Aman

CNN Indonesia
Kamis, 01 Okt 2026 17:59 WIB
Pekerja mengemas beras di salah satu toko beras kompleks Pasar Johar, Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/9/2025). Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah mencatat bahwa produksi beras selama periode Januari-Oktober 2025 diperkir
Kelangkaan beras premium 5 kg di ritel modern tidak terjadi di pasar tradisional dan terpantau aman meski harga sedikit naik. (FOTO:ANTARA/Aprillio Akbar).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kelangkaan beras premium ukuran 5 kilogram (kg) yang terjadi di sejumlah ritel modern tidak terlihat di pasar tradisional. Pedagang beras di Pasar Warung Buncit dan Pasar Jakarta Selatan mengatakan pasokan beras masih aman meski harga beras premium terpantau naik tipis.

Berbeda dari kondisi ritel modern yang mengalami kelangkaan beras dengan harga eceran tertinggi (HET), di pasar warung buncit salah satu pedagang menyatakan stok beras premium dan beras medium masih tersedia, meskipun harganya naik tipis. Sementara itu, harga beras medium justru turun sekitar Rp1.000.

"Pasokannya masih aman," ujar pedagang tersebut saat ditemui CNN Indonesia.com di Pasar Warung Buncit, Kamis (1/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, kelangkaan beras yang terjadi di ritel modern tidak berdampak pada penjualan di pasar tradisional. Bahkan, pedagang mengatakan bahwa pembeli pasar warung buncit juga disebut cenderung berkurang dari biasanya dan tidak seramai sebelumnya.

Selain itu, harga beras premium di Pasar Mampang mengalami hal yang sama, harganya terpantau naik tipis dan stok juga masih aman.

Kondisi tersebut sejalan dengan penjelasan Badan Pangan Nasional (Bapanas) terkait kelangkaan beras premium 5 kg di sejumlah ritel modern.

[Gambas:Youtube]

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan mengatakan keterbatasan stok di ritel modern bukan disebabkan oleh krisis pasokan beras.

Menurut Hermawan, salah satu penyebabnya adalah penghentian produksi dan penarikan beras fortifikasi yang ditemukan bermasalah dalam hal label dan mutu.

"Terkait terbatasnya stok di ritel modern, itu adalah sebagai efek mungkin yang produsen-produsen yang kemarin menyalurkan beras fortifikasi ke ritel modern, itu kan tidak boleh lagi memproduksi beras fortifikasi dikarenakan banyak yang bermasalah," ujar Hermawan dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9).

Bapanas menyebut terdapat 25 merek beras fortifikasi dari 11 pelaku usaha yang tengah ditindaklanjuti. Satgas Pangan Polri juga telah memerintahkan penarikan hampir 90 persen produksi yang bermasalah dari peredaran.

Selain penarikan produk, Bapanas menduga terdapat oknum yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk menciptakan kelangkaan semu dan mendorong kenaikan harga.

"Ini masalahnya banyak oknum-oknum nih atau istilah kata Pak Mentan/Kepala Bapanas, mafia yang memanfaatkan kondisi saat ini untuk menaikkan harga," kata Hermawan.

Bapanas memastikan ketersediaan beras premium dan medium di pasar tradisional masih aman. Berdasarkan pemantauan di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta, harga beras premium berada di kisaran Rp14.200 per kilogram, masih di bawah HET Zona I sebesar Rp14.900 per kilogram.

Hermawan mengatakan produsen juga cenderung memasok pasar tradisional karena margin keuntungan di ritel modern dinilai lebih tipis akibat adanya potongan terhadap produk yang dijual.

Sebelumnya, pantauan CNN Indonesia.com di sejumlah ritel modern di Bekasi ditemukan kelangkaan beras premium ukuran 5 kg. Salah satu Alfamart, pegawai menyebut stok beras 5 kg telah kosong sekitar dua bulan.

Kondisi serupa ditemukan di Indomaret, dengan stok beras premium berbagai merek yang juga kosong selama lebih dari satu bulan. Sementara di Superindo, masih tersedia beras premium 5 kg, tetapi dengan pilihan merek dan jumlah yang terbatas.

Berdasarkan data harga rata-rata pangan per 1 Oktober 2026, harga beras kualitas super I tercatat Rp17.350 per kilogram, turun Rp600 atau 3,34 persen. Beras kualitas super II berada di Rp16.600 per kilogram, turun Rp750 atau 4,32 persen.

Sementara harga beras medium I tercatat Rp16.400 per kilogram, turun Rp200 atau 1,2 persen. Beras medium II berada di Rp16.150 per kilogram, turun Rp250 atau 1,52 persen.

(lil/ins)