Jadi Menperin, Sarmuji Mau Benahi Industri Padat Karya hingga Tekstil

CNN Indonesia
Kamis, 01 Okt 2026 16:46 WIB
Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) Sarmuji usai memaparkan hasil pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Tax Amnesty, Kamis (9/6). (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Menperin baru, Sarmuji, mengatakan akan memetakan dan membenahi berbagai persoalan di sektor industri setelah resmi dilantik Presiden Prabowo. (Foto: CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mengatakan akan memetakan dan membenahi berbagai persoalan di sektor industri setelah resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto.

Ia akan memprioritaskan industri yang mampu menyerap banyak tenaga kerja sekaligus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi.

"Sektor industri itu harus menjadi leverage, daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan lapangan kerja. Karena itu, itu mesti kita cari problem-problemnya, lalu kita benahi satu-satu," kata Sarmuji usai dilantik sebagai menperin di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (1/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sarmuji mengatakan industri yang berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja dan memiliki peran terhadap perekonomian akan menjadi perhatian. Ia menyebut industri sepatu dan tekstil sebagai contoh sektor yang perlu diutamakan.

"Terutama industri yang berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja dan bisa menjadi pengungkit perekonomian tentu harus kita utamakan. Misalkan industri sepatu, industri tekstil, dan sebagainya," ujarnya.

Menurut Sarmuji, pembenahan sektor industri tidak bisa dilakukan Kementerian Perindustrian sendiri. Ia menyebut perlunya koordinasi dengan sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Investasi, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Hilirisasi.

Kementerian Investasi diperlukan untuk menangani sisi hulu investasi, sementara Kementerian Perdagangan berkaitan dengan kebijakan impor, termasuk melihat kebutuhan untuk membuka impor bagi produk industri yang sebenarnya dapat diproduksi di dalam negeri.

Sementara itu, Sarmuji mengatakan Kementerian Keuangan dibutuhkan untuk membahas pemberian insentif bagi industri agar dapat tumbuh. Ia juga mengaitkan pengembangan industri dengan agenda hilirisasi.

"Kementerian Keuangan kita harus minta insentif untuk industri supaya tumbuh, Kementerian Hilirisasi, karena industri itu sebenarnya identik dengan hilirisasi. Masih banyak juga yang mesti kita selesaikan," katanya.

Sarmuji juga menyebut ada kemungkinan koordinasi Kementerian Perindustrian berada di bawah Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang baru dibentuk pemerintah. Namun, ia belum memastikan struktur tersebut.

"Sepertinya, sepertinya," ujar Sarmuji.

Sarmuji resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai menteri perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Sebelum masuk kabinet, Sarmuji merupakan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar periode 2024-2029 sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR RI.

[Gambas:Youtube]

(del/pta)