Rupiah Bangkit ke Rp17.892 per Dolar AS Jumat Sore
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.882 per dolar AS pada perdagangan Jumat (2/10) sore. Mata uang Garuda menguat 84 poin atau 0,47 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang bergerak menguat terhadap dolar AS. Yuan China naik 0,02 persen, peso Filipina menguat 0,39 persen, dan ringgit Malaysia terapresiasi 0,05 persen.
Kemudian, dolar Singapura menguat 0,16 persen, yen Jepang naik 0,31 persen, dan won Korea Selatan terapresiasi 0,77 persen.
Dolar Hong Kong menjadi salah satu mata uang Asia yang bergerak melemah dengan terkoreksi 0,01 persen terhadap dolar AS.
Sementara itu, mata uang utama negara maju juga mayoritas menguat terhadap dolar AS. Euro Eropa naik 0,15 persen, poundsterling Inggris menguat 0,12 persen, dolar Australia menguat 0,19 persen, dan franc Swiss terapresiasi 0,37 persen.
Di sisi lain, dolar Kanada melemah 0,02 persen terhadap dolar AS.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dan mayoritas mata uang global dipengaruhi oleh penurunan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS), serta meningkatnya ekspektasi pasar bahwa The Federal Reserve (The Fed) tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan ini.
"Rupiah dan mata uang regional maupun utama dunia umumnya menguat terhadap dolar AS dan imbal hasil obligasi AS yang turun seiring menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan bulan ini," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Ia mengatakan pelaku pasar juga tengah mengantisipasi rilis data ketenagakerjaan AS atau nonfarm payrolls (NFP) yang diperkirakan menunjukkan pelemahan penciptaan lapangan kerja.
"Investor juga mengantisipasi data pekerjaan AS NFP malam ini yang diperkirakan akan menunjukkan angka pekerjaan yang lemah," katanya.
Selain sentimen eksternal, Lukman menyebut intervensi Bank Indonesia (BI) masih menjadi salah satu faktor yang menopang pergerakan rupiah.
"BI juga masih terus mengintervensi pasar untuk menguatkan rupiah," pungkasnya.
(lau/pta)