BRI Peduli Wujudkan Mimpi Siswa SD di Semarang dengan Bantuan Sepeda
Perjalanan menuju sekolah menjadi rutinitas harian bagi siswa kelas 6 SD Barunawati, Kota Semarang, Mahesa (12). Ia terbiasa menyusuri kawasan pesisir yang kerap tergenang air pasang laut atau rob dengan berjalan kaki.
Kondisi sepatu yang digunakannya selama satu tahun terakhir pun mulai rusak. Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Di lingkungan sekolah, Mahesa dikenal sebagai pribadi yang ceria, lincah, dan antusias. Guru SD Barunawati Semarang, Wagiyem, menyebut Mahesa aktif berinteraksi saat proses pembelajaran berlangsung.
"Meskipun kecil, anaknya pandai, ceria dan lincah. Dalam mengikuti pembelajaran juga sangat antusias, selalu bertanya kalau tidak tahu," katanya dalam keterangan tertulis, jumat (2/10).
Di tengah rutinitasnya, Mahesa memiliki keinginan sederhana untuk memiliki sepeda sendiri. Keinginan tersebut hadir agar ia tidak perlu lagi berjalan kaki saat berangkat menuju sekolah.
Harapan itu akhirnya terwujud melalui program bantuan yang disalurkan oleh BRI Peduli. Ia menerima bantuan berupa satu unit sepeda untuk menunjang mobilitas harian menuju sekolah.
Selain bantuan sepeda untuk Mahesa, siswa-siswi SD Barunawati juga menerima fasilitas pendukung belajar. Bantuan tersebut meliputi perlengkapan sekolah seperti buku, tas, alat tulis, hingga sepatu.
Dukungan juga diberikan kepada para guru serta penjaga sekolah di SD Barunawati. Pihak BRI Peduli menyerahkan bantuan berupa paket sembako untuk memenuhi kebutuhan bulanan.
Pihak sekolah menyambut positif kepedulian yang dihadirkan oleh BRI Peduli. Bantuan tersebut dinilai membawa manfaat langsung bagi seluruh warga sekolah.
"Kami atas nama SD Barunawati Semarang menyampaikan terima kasih kepada BRI Peduli, yang telah memberikan semua fasilitas untuk anak-anak," kata Wagiyem.
Ia menambahkan, paket sembako yang diterima pihak pengajar sangat membantu kesejahteraan mereka. Dukungan sarana penunjang pendidikan ini dirasakan menyeluruh oleh para penerima manfaat.
Mahesa mengaku terkejut ketika mengetahui dirinya menjadi salah satu penerima bantuan sepeda. Ia tidak menyangka impian yang disimpan sejak lama dapat terealisasi.
"Kaget banget, tidak menyangka bisa dapat sepeda. Senang sama bangga juga. Alhamdulillah, dari dulu pengen punya sepeda sendiri. Sekarang kalau berangkat sekolah bisa naik sepeda, jadi nggak jalan kaki lagi," tuturnya.
Sepeda baru tersebut kini resmi menjadi sarana transportasi Mahesa menuju sekolah. Kemudahan mobilitas ini memperkuat motivasinya untuk belajar dan mengejar impian masa depan.
Mahesa memiliki cita-cita menjadi pemain sepak bola Timnas Indonesia sekaligus astronot. Ia berharap kelak dapat mengharumkan nama bangsa dan membahagiakan kedua orang tuanya.
"Kalau udah besar dan sukses, pengen bikin orang tua bangga dan senang. Terus juga ingin membanggakan negara Indonesia dan bantu orang tua," ucap dia.
Di sisi lain, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan komitmen berkelanjutan perusahaan. Program ini berada di bawah payung Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli.
Ia menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan pendidikan anak-anak menjadi fokus utama program tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan dalam mengawal perjalanan belajar generasi muda.
"Semoga bantuan yang diberikan BRI Peduli dapat membantu Mahesa dalam semangatnya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita," tegasnya.
Hadirnya fasilitas transportasi baru ini mengubah pola perjalanan harian Mahesa menuju sekolah. Dukungan sarana belajar diharapkan dapat menjaga konsistensi semangatnya dalam menuntut ilmu.
(rir)